Tautan-tautan Akses

GP Ansor Serukan Kaum Muda Bersatu Lawan Aksi Teror

  • Budi Nahaba

Setelah tokoh seni dan budayawan Solo menggelar Aksi Damai 'Stop Kekerasan' (26/9), GP Ansor dan organisasi pemuda lainnya di Jakarta mengutuk aksi teror.

Setelah tokoh seni dan budayawan Solo menggelar Aksi Damai 'Stop Kekerasan' (26/9), GP Ansor dan organisasi pemuda lainnya di Jakarta mengutuk aksi teror.

Gerakan Pemuda Ansor bersama sejumlah organisasi kepemudaan lainnya menyerukan kalangan muda agar bersatu dalam mencegah dan menghadapi aksi-aksi biadab kelompok terorisme di Indonesia.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid mengatakan di Jakarta, pihaknya mengutuk keras aksi-aksi terorisme, yang diduga dilakukan oleh perorangan atau kelompok tertentu yang ditujukan terhadap jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, hari Minggu (25/9).

Nusron mengatakan, “Aksi ini jelas-jelas kita nyatakan aksi orang biadab yang tidak bermoral, tidak bermartabat. Ini semua menandakan bahwa komitmen Pancasila kita sedang terganggu dan sedang disobek-sobek oleh kelompok tertentu dengan motif apapun, apalagi motif agama dan politik yang menggunakan radikalisasi. Kita bersama wajib melaksanakan dan wajib menyatakan perang atas (aksi teror) itu.”

Siaran pers oleh Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid tersebut juga dihadiri oleh kalangan muda dari Konferensi Wali Gereja Indonesia dan dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI), konferensi pers bertempat di kantor pusat GP Ansor di kawasan Kramat Raya Jakarta.

Mereka juga meminta Presiden Republik Indonesia lebih berani menyatakan perang atas tindakan radikal yang dilakukan perorangan atau kelompok-kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama.

Sementara, pasca aksi bom bunuh diri di Solo, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyerukan agar warga Jakarta ikut waspada.Polisi minta warga bekerjasama dengan aparat dalam mengantisipasi aksi-aksi terorisme yang berpotensi melanda ibukota.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar menyatakan, jajaran Polda Metro Jaya memberlakukan siaga satu untuk mengantisipasi adanya ancaman lain di Jakarta. Khususnya di tempat-tempat ibadah dan obyek-obyek penting lainnya di ibukota.

Baharudin Djafar mengatakan, “Kepada seluruh Kapolres dan pejabat utama bagian operasional, untuk meningkatkan kewaspadaan dihampir semua kegiatan-kegiatan masyarakat. Kepada masyarakat, kami himbau agar melibatkan diri, agar lebih peka kepada orang-orang yang aneh yang baru di lingkungan kita, tetap waspada namun tidak panik.”

Sebelumnya, pihak kepolisian mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki lebih lanjut bom bunuh diri di Solo terkait erat dengan aksi bom bunuh diri yang pernah terjadi di kota Cirebon bulan Mei lalu. Polisi sampai sekarang terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban tewas tersangka pelaku bom bunuh diri di Solo ke Jakarta, untuk identifikasi lebih lanjut.

Pihak Polri menyatakan akan segera mempublikasikan identitas pelaku bom Solo, hari Selasa (27/9).

Peledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegal Harjo, Jebres, Solo, Jateng, hari Minggu (25/9) menewaskan satu orang yang diduga pelaku bom bunuh diri, serta melukai 28 orang jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo.

XS
SM
MD
LG