Tautan-tautan Akses

AS

Google 'Marah' Soal Laporan Spionase NSA


Sebuah komputer di Berlin menampilkan informasi tentang layanan Google+ melalui kaca pembesar, 29 Juni 2013 (Foto: dok).

Sebuah komputer di Berlin menampilkan informasi tentang layanan Google+ melalui kaca pembesar, 29 Juni 2013 (Foto: dok).

Google dan Yahoo mengungkapkan kekecewaan mereka atas laporan-laporan yang menyatakan bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) secara diam-diam meretas jaringan komunikasi mereka.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (30/10), Google mengatakan mereka marah karena pemerintah Amerika tampaknya telah menyadap data dari jaringan-jaringan pribadi Google, dan mengatakan bahwa laporan-laporan itu menegaskan perlu adanya reformasi segera. Baik Google maupun Yahoo mengatakan mereka tidak memberikan wewenang atas peretasan terhadap jaringan-jaringan komunikasi mereka tersebut.

The Washington Post mengatakan Rabu, suratkabar itu mengetahui program rahasia NSA itu dari dokumen-dokumen yang dibocorkan bekas kontraktor NSA Edward Snowden dan dari wawancara dengan sejumlah pejabat yang memang mengetahui program itu.

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa NSA dan dinas sejawatnya dari Inggris GCHQ menjalan proyek yang disebut MUSCULAR. Proyek itu merupakan proyek peretasan ke kawat-kawat fiber-optic yang mengangkut data antara fasilitas-fasilitas global Google dan Yahoo. Proyek itu memungkinkan dinas-dinas intelijen menyalin semua aliran data, termasuk teks, audio dan video.

Direktur NSA Jenderal Keith Alexander mengatakan, Rabu, dinas intelijen itu tidak memasuki server-server Google dan Yahoo. Berbicara kepada wartawan dalam sebuah konperensi pers di Washington, ia mengatakan NSA memperoleh akses ke data dengan surat perintah pengadilan.
XS
SM
MD
LG