Tautan-tautan Akses

GNB Siapkan Dua Deklarasi untuk Dukung Kemerdekaan Palestina

  • Muliarta

Menlu Marty Natalegawa mengatakan, "Dua Deklarasi Peringatan Bali merupakan bentuk komitmen dukungan bagi kemerdekaan Palestina."

Menlu Marty Natalegawa mengatakan, "Dua Deklarasi Peringatan Bali merupakan bentuk komitmen dukungan bagi kemerdekaan Palestina."

Desakan akan pengakuan bagi kemerdekaan Palestina kini semakin menguat, bahkan negara-negara anggota Gerakan Non Blok kini juga diminta untuk memberikan dukungan dan pengakuan bagi kemerdekaan Palestina.

Konferensi Tingkat Menteri Ke-16 Negara-Negara Gerakan Non-Blok resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Rabu Pagi di Nusa Dua Bali. Konferensi Gerakan Non-Blok ini bertujuan menghasilkan lima deklarasi, yakni Deklarasi Peringatan Bali (Commemorative Bali Declaration) yang berisi garis-garis besar visi Gerakan Non-Blok setengah abad ke depan, deklarasi hasil pertemuan para menteri luar negeri dalam konferensi kali ini, deklarasi mengenai Palestina secara umum, deklarasi mengenai tahanan politik Palestina, dan deklarasi mengenai penghapusan total senjata nuklir di dunia.

Dua Deklarasi yang mendapat perhatian khusus dari para peserta konferensi adalah deklarasi mengenai Palestina secara umum dan deklarasi mengenai tahanan politik Palestina. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam keterangannya di Nusa Dua mengatakan bahwa kedua deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen dukungan bagi kemerdekaan Palestina

“Lebih jauh lagi untuk mempertahankan komitmen gerakan ini untuk mendukung masyarakat atau negara Palestina. Sebuah segmen khusus mengenai tahanan politik Palestina dan pusat penahanan Israel juga menjadi bagian dari pertemuan tingkat tinggi ini,” papar Menteri Natalegawa.

Ketua Gerakan Non-Blok Dr. Nabil Al-Araby menyerukan negara-negara anggota Gerakan Non-Blok untuk memberikan dukungan bagi pembentukan dan kemerdekaan Palestina, termasuk pengakuan terhadap ibukota negara tersebut di Yerusalem Timur. Menurut Nabil Al-Araby harus ada kemauan untuk mengubah jalan bagi upaya menciptakan perdamaian di Palestina.

”Hadirin yang terhormat, sudah saatnya kita mengubah jalan yang kita ambil untuk mencapai perdamaian sehubungan dengan kasus Palestina daripada menghabiskan waktu untuk mengalami proses yang panjang. Yang penting kita mencapai perdamaian ketimbang mengelola konflik yang terjadi,” kata Dr. Al-Araby.

Nabil Al-Araby menegaskan harus ada upaya membangun rekonsiliasi daripada memelihara konflik yang berkepanjangan.

Hasil pembahasan tentang konflik di Palestina dalam Konferensi Tingkat Menteri Ke-16 Negara-Negara Gerakan Non- Blok ini akan ditindaklanjuti dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Teheran, Iran, pada tahun 2012. Sementara itu, Mesir bersikap mendukung pengakuan terhadap Palestina.

XS
SM
MD
LG