Tautan-tautan Akses

GM Investasi $1 Milyar di India untuk Meningkatkan Ekspor


Chevrolet Sail U-VA hatchback di New Delhi, India, 2 November 2012. (Foto: dok.)

Chevrolet Sail U-VA hatchback di New Delhi, India, 2 November 2012. (Foto: dok.)

General Motors mengatakan hari Rabu (29/7) bahwa mereka akan berinvestasi senilai $1 milyar selama beberapa tahun untuk mengubah India menjadi hub ekspor global, bahkan saat perusahaan tersebut memangkas kemampuan produksi di negara tersebut karena permintaan yang menurun.

Produsen mobil Detroit tersebut, yang mempunyai kemampuan memproduksi lebih dari 280.000 mobil dalam setahun di India, akan mengurangi produksi mereka menjadi 220.000 per tahun mulai 2025 karena perusahaan ini berhenti memproduksi mobil di salah satu pabrik mereka dan menaikkan sedikit kapasitas produksi di pabrik lainnya di negara tersebut.

"Kita harus melakukan konsolidasi dan rasionalisasi seperti ini untuk memastikan perusahaan ini tetap bertahan dalam jangka panjang, dan bahwa kita punya bisnis yang berkelanjutan," kata CEO Mary Barra kepada wartawan di New Delhi.

Pasar lesu

Pasar otomotif India lesu selama beberapa tahun terakhir, dan penjualan tahunan perusahaan tersebut kurang dari 3 juta mobil.

Tapi pada tahun 2020 para pengamat memperkirakan India menjadi pasar mobil kendaraan ketiga besar dunia setelah China dan Amerika Serikat.

Bahkan setelah dua dekade terakhir di India, penjualan GM menurun dan masih mengalami kerugian. GM rugi sebesar 38,5 milyar rupee ($604 juta) di India hingga Maret, menurut data laporan perusahaan.

GM yakin bisa membangun bisnis yang menguntungkan di India, kata Barra, tapi tidak memberikan jadwal.

Produsen mobil barat seperti GM, Volkswagen AG dan Ford Motor Co. berjuang meningkatkan penjualan di India, yang didominasi oleh produsen mobil Jepang seperti Suzuki Motor Corp. dan Hyundai Motor Co. yang mempunyai portfolio kuat untuk mobil-mobil compact yang murah.

Ekonomi India yang akhir-akhir ini melambat mengakibatkan kelebihan produksi perusahaan mobil barat.

Hal ini memaksa beberapa produsen mobil seperti Ford dan Volkswagen meningkatkan ekspor dari India untuk memanfaatkan kapasitas produksi mereka dan memanfaatkan biaya buruh yang murah, dan pada saat yang sama berusaha meningkatkan penjualan domestik.

Investasi GM India adalah bagian dari rencana perusahaan tersebut untuk menginvestasikan $5 milyar selama beberapa tahun untuk mengembangkan keluarga global mobil Chevrolet dengan Shanghai Automotive Industry Corp. (SAIC), produsen mobil milik negara China.

Perampingan

GM punya dua pabrik di India, satu di negara bagian Gujarat dan lainnya di Maharashtra, dan kedua pabrik tersebut bisa memproduksi lebih dari 280.000 kendaraan dalam setahun.

Pabrik di Gujarat, dengan kapasitas maksimum 110.000 kendaraan per tahun, akan ditutup pada pertengahan tahun 2016.

Pabrik Talegaon GM di negara bagian Maharashtra mempunyai kapasitas 130.000 kendaraan per tahun, dan bisa bertambah hingga 170.000. GM berencana untuk meningkatkan jumlah ini menjadi 220.000 kendaraan per tahun pada tahun 2025 dan 30 persennya akan diekspor ke Afrika dan Timur Tengah.

Pada tahun 2014, GM menjual 56.700 mobil di India.

"Kapasitas kami tidak dimanfaatkan dengan maksimal," kata kepala operasi internasional, Stefan Jacoby, yang menyelaraskan operasi global agar bisa menghasilkan keuntungan lebih besar, kepada Reuters.

GM juga akan meluncurkan 10 mobil yang diproduksi di dalam negeri di India selama lima tahun mendatang untuk meningkatkan pangsa pasarnya hingga tahun 2020, kata Jacoby. Pada tahun 2014, GM mempunyai pangsa pasar 1,8 persen.

"Dengan investasi ini, kami ingin merambah pasar India dan juga menjadikannya sebagai markas manufaktur berbiaya rendah di masa depan," kata Jacoby, menambahkan bahwa India mungkin bisa menutupi kelesuan penjualan di China.

XS
SM
MD
LG