Tautan-tautan Akses

Gillard: Australia Pertahankan Pasukan di Afghanistan


Tentara Australia di provinsi Uruzgan, Afghanistan selatan.

Tentara Australia di provinsi Uruzgan, Afghanistan selatan.

Australia mempunyai hampir 1.600 tentara di Afghanistan, sebagian besar untuk melatih pasukan Afghanistan di provinsi Uruzgan.

Perdana Menteri Australia yang baru, Julia Gillard mengatakan ia tidak akan menarik pasukan negara itu dari Afghanistan. Gillard mengatakan dia menggunakan pembicaraan teleponnya yang pertama dengan Presiden Amerika Barack Obama untuk menegaskan kembali dukungan pemerintahannya pada misi di Afghanistan.

Australia mempunyai hampir 1.600 tentara di negara Asia selatan itu, sebagian besar dari pasukan itu melatih pasukan Afghanistan di provinsi Uruzgan. Enam belas tentara Australia telah tewas sejak negara itu turut dalam misi yang dipimpin Amerika untuk mengalahkan Taliban tahun 2001.

Sebelumnya pekan ini, menteri pertahanan Australia mengatakan negaranya mungkin akan mulai menarik pasukan dari Afghanistan dua tahun lagi, yang memungkinkan Afghanistan menguasai keamanan.

Julia Gillard mengisyaratkan untuk melakukan kompromi mengenai pajak pertambangan di Australia.

Julia Gillard mengisyaratkan untuk melakukan kompromi mengenai pajak pertambangan di Australia.

Sementara menanggapi isu penting lainnya, Julia Gillard mengatakan akan bernegosiasi dengan industri pertambangan negara itu untuk mencapai kompromi mengenai pajak keuntungan yang kontroversial.

Kepada wartawan di Canberra Jumat, Gillard mengatakan ia ingin memastikan bahwa rakyat Australia “memperoleh bagian yang adil dari kekayaan mineralnya.” Dia mengatakan dia telah bertemu dengan wakil perdana menteri dan Bendahara Wayne Swan dan Menteri Sumber Daya Martin Ferguson untuk membicarakan strategi negosiasi itu.

PM baru itu dengan segera menghentikan kampanye televisi yang mempromosikan pajak tersebut setelah dia dilantik hari Kamis. Penanam modal dalam pertambangan menanggapi dengan menghentikan kampanye besar-besaran periklanan anti pajak mereka.

Perdana Menteri sebelumnya, Kevin Rudd, kehilangan dukungan luas publik karena pajak “keuntungan besar” yang diusulkannya, yang menimbulkan tentangan kuat dari industri pertambangan.

Perdana menteri Australia yang baru mengatakan dia akan bernegosiasi dengan industri pertambangan negara itu untuk mencapai kompromi mengenai pajak keuntungan yang kontroversial.

Julia Gillard mengatakan kepada wartawan di Canberra hari Jumat dia ingin memastikan rakyat Australia “memperoleh bagian yang adil dari kekeyaan mineral kita.” Dia mengatakan dia telah bertemu dengan wakil perdana menteri dan Bendahara Wayne Swan dan Menteri Sumber Daya Martin Ferguson untuk membicarakan strategi negosiasi.

Perdana menteri itu dengan segera menghentikan kampanye televisi yang mempromosikan pajak tersebut setelah dia dilantik. Penanam modal dalam pertambangan menanggapi dengan menghentikan kampanye besar-besaran periklanan anti pajak mereka.

Pendahulu Gillard, Kevin Rudd, kehilangan dukungan luas publik karena pajak “keuntungan besar” yang diusulkannya, yang menimbulkan tentangan kuat dari industri pertambangan.
XS
SM
MD
LG