Tautan-tautan Akses

Gerakan 'Never Trump' Hadapi Pukulan Politik


Kandidat presiden AS partai Republik Donald Trump berbicara di acara kampanyenya di negara bagian Indiana. (Foto: dok.)

Kandidat presiden AS partai Republik Donald Trump berbicara di acara kampanyenya di negara bagian Indiana. (Foto: dok.)

"Never Trump," gerakan oleh beberapa anggota Partai Republik AS untuk menggagalkan pencalonan Donald Trump sebagai presiden, telah menghadapi pukulan menjelang konvensi minggu depan di Cleveland, Ohio.

Komite peraturan konvensi Partai Republik Kamis (14/7) menolak proposal yang akan memungkinkan para delegasi di konvensi itu memilih orang lain selain calon yang memenangkan pemilihan pendahuluan dan kaukus negara bagian.

Para pengamat mengatakan komite dengan 112 anggota itu secara efektif membatalkan upaya untuk mencegah Trump dari menjadi calon presiden dari Partai Republik.

Paul Manafort, ketua kampanye Trump, mengatakan kepada harian Washington Post bahwa "berusaha dan mengubah aturan sekarang akan menghancurkan partai."

Perubahan aturan akan menjadi bunuh diri politik, kata Stephen Munisteri, delegasi dan tokoh Partai Republik dari Texas, dengan mengabaikan "berjuta-juta orang yang telah memilih Donald Trump."

Namun delegasi Colorado Kendal Unruh mengatakan dia memiliki dukungan dari "rakyat Amerika dan pembela tanah air dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat" yang percaya delegasi seharusnya dapat memilih sesuai hati nurani mereka.

Trump telah menjadi calon presiden kontroversial yang menghina minoritas, imigran, perempuan dan banyak rekan partainya dengan komentar-komentarnya.

Kedua mantan presiden Bush dan mantan kandidat presiden dari Partai Republik Mitt Romney mengatakan mereka tidak akan menghadiri konvensi tahun ini. [as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG