Tautan-tautan Akses

AS

Georgia Langsungkan Eksekusi terhadap Terpidana Perempuan Pertama dalam 70 Tahun


Suasana ruang eksekusi hukuman mati di Huntsville, Texas (Foto: dok).

Suasana ruang eksekusi hukuman mati di Huntsville, Texas (Foto: dok).

Kelly Gissendaner disuntik mati Rabu pagi di sebuah penjara di luar Atlanta. Perempuan berusia 47 tahun itu merupakan satu-satunya perempuan yang dijatuhi hukuman mati di negara bagian itu, dan yang pertama dieksekusi oleh negara bagian itu sejak 1945.

Seorang perempuan yang dinyatakan bersalah karena mendalangi pembunuhan suaminya pada tahun 1997 telah dieksekusi di negara bagian Georgia, meski beberapa saat sebelumnya berlangsung sejumlah manuver hukum dan muncul seruan pribadi dari Paus Fransiskus untuk mengubah hukuman mati itu.

Kelly Gissendaner meninggal setelah disuntik mati Rabu pagi di sebuah penjara di luar Atlanta. Perempuan berusia 47 tahun itu merupakan satu-satunya perempuan yang dijatuhi hukuman mati di negara bagian itu, dan yang pertama dieksekusi oleh negara bagian itu sejak 1945.

Kelly Renee Gissendaner ((Foto: dok).

Kelly Renee Gissendaner ((Foto: dok).

Gissendaner awalnya dijadwalkan akan dieksekusi Selasa malam, namun ditunda karena para pengacaranya mengajukan beberapa permohonan ke pengadilan negara bagian dan federal, termasuk tiga permohonan terpisah ke Mahkamah Agung Amerika, untuk menunda eksekusi. Semua permohonan itu ditolak.

Uskup agung Carlo Maria Vigano, perwakilan diplomatik paus, mengirim surat ke Dewan Pengampunan dan Pembebasan Bersyarat Georgia, atas nama paus. Surat itu memohon agar dewan itu mengubah hukuman mati terhadap Gissendaner ke hukuman yang lebih mengekspresikan keadilan dan pengampunan. Dewan itu satu-satunya badan hukum di Georgia yang berwenang mengubah hukuman.

Gissendaner dinyatakan bersalah berkonspirasi dengan kekasihnya, Gregory Owen, untuk menikam mati suaminya. Pembunuhan itu sendiri dilakukan Gregory Owen.

Pengacara dan para pendukung Gissendaner berargumentasi hukuman yang dijatuhkan terhadap perempuan itu tidak sesuai dengan kejahatan yang benar-benar dilakukannya, apalagi mengingat pelaku sesungguhnya pembunuhan itu – Owen – hanya dihukum penjara seumur hidup dengan kemungkinan mendapatkan pembebasan bersyarat pada tahun 2022.

Mereka juga mengatakan bahwa Gissendaner telah mengalami transformasi spiritual selama di penjara, dan menjadi tempat berkeluh kesah rekan-rekannya di penjara. [ab]

XS
SM
MD
LG