Tautan-tautan Akses

Generasi Milenial Tak Peduli Merek Terkenal

  • Elizabeth Lee

Orang kaya berbelanja di daerah Rodeo Drive, di Beverly Hills, pusat belanja barang-barang mewah dan mahal di Amerika. (Foto: Dok).

Orang kaya berbelanja di daerah Rodeo Drive, di Beverly Hills, pusat belanja barang-barang mewah dan mahal di Amerika. (Foto: Dok).

Generasi milenial yang lahir setelah tahun 1980 berbelanja dengan cara yang sangat berbeda dari generasi-generasi sebelumnya, dan konsumen dari China menciptakan tren itu.

Rodeo Drive sangat terkenal sebagai tempat berbelanja orang kaya dari seluruh dunia. Bagi orang yang gila merek, tempat ini adalah surganya.

“Mereknya perlu terlihat. Kalau bisa dilihat lebih bagus.”

Konsumen di negara-negara yang ekonominya baru mencuat mengejar merek, tapi kebiasaan itu mulai berubah di China, kata analis tren ritel global.

"Apa yang menarik tentang China adalah laju perubahan dalam sikap dan perilaku tampaknya jauh lebih cepat daripada di negara-negara lain yang ekonominya baru mencuat seperti India atau Rusia atau Brazil yang berubah tapi tidak begitu cepat," kata Christophe Jouan dari Future Foundation.

Di China, generasi milenial yang kaya mulai meninggalkan merek-merek terkenal.

"Saya tidak perduli merek. Saya suka pakaian yang sesuai dengan selera saya," kata Maggie Huo.

Hal yang senada diuangkapkan oleh Fan Yang. “Merek tidak masalah. Kalau saya suka modelnya, saya akan beli,” katanya.

Warga China yang kaya umumnya menyukai merek-merek internasional yang mewah, tetapi sikap mereka tentang barang buatan China berubah.

"Setelah saya membayarnya, saya mungkin ingin tahu dan melihat di mana barang ini dibuat. Tapi apakah itu 'Buatan China’ atau 'Buatan Indonesia' tidak terlalu penting bagi saya," kata Meggie Huo.

Meninggalkan merek-merek terkenal adalah tanda bahwa konsumen di negara-negara yang ekonominya baru mencuat seperti China mulai matang, kata Sonu Shivdasani, pendiri tempat peristirahatan mewah di Asia.

"Rolls Royce berlalu. Semua untuk menunjukkan selera dan kearifan kita, jadi kita mungkin membeli BMW wana perak dan berbelanja di Armani," kata Sonu Shivdasani.

Apakah konsumen itu dari China atau negara lain, para analis mengatakan generasi millennial menciptakan tren.

"Milenial sekarang merupakan segmen terbesar penduduk di seluruh dunia. Mereka berbeda dalam banyak hal. Salah satu unsur adalah mereka dibesarkan dengan teknologi dan oleh karena itu ada yang mereka gunakan dengan sangat baik dan sangat cepat dan efisien," kata Christophe Jouan dari Future Foundation.

Konsumen milenial sering menggunakan teknologi untuk menemukan harga dan tempat terbaik untuk berbelanja.

"Tidak ada lagi satu harga untuk semua orang. Harga barang itu lebih merupakan hasil dari siapa kita sebagai pribadi dan bagaimana kita berinteraksi dengan merek itu pada masa lalu," kata Christophe Jouan.

Data pribadi yang dikumpulkan di Internet menjurus pada penetapan harga khusus untuk masing-masing konsumen. [as/lt]

XS
SM
MD
LG