Tautan-tautan Akses

Generasi Berikut Ilmuwan Amerika dalam Kompetisi Sains Intel

  • Christopher Cruise

Presiden AS Barack Obama (tengah) bertemu dengan para finalis Intel Science Talent Search.

Presiden AS Barack Obama (tengah) bertemu dengan para finalis Intel Science Talent Search.

Intel Science Talent Search merupakan perlombaan riset sains yang bergengsi bagi siswa SMA di Amerika dan berhadiah besar, di mana para finalisnya selalu mendapat kesempatan bertemu Presiden Amerika di Gedung Putih.

Wendy Hawkins, Direktur Eksekutif Yayasan Intel yang mengadakan kontes, mengatakan bahwa ke-40 finalis memiliki keunggulan dalam berbagai bidang sains. Lebih lanjut ia memaparkan, "Proyek-proyek penelitian yang dilakukan para siswa ini mencakup berbagai cabang sains, seperti fisika dan teknik elektro. Karya-karya mereka ini bahkan ada yang sudah dipublikasikan.”

Selina Li, 17 tahun, meneliti pengobatan yang lebih efektif bagi kanker hati. Ia mendapat juara kelima Intel Science Talent Search tahun ini.

Selina Li, 17 tahun, meneliti pengobatan yang lebih efektif bagi kanker hati. Ia mendapat juara kelima Intel Science Talent Search tahun ini.

Selena Li, siswa dari California, melakukan penelitian mengenai cara efektif mengobati kanker hati selama empat tahun. Dalam melakukan penelitiannya, ia banyak belajar dari seorang ilmuwan di Universitas California tentang cara merancang dan melakukan uji coba di laboratorium. Li mengatakan, "Saya meneliti pendekatan baru untuk mengobati kanker hati dengan cara membuat sel-sel kanker itu kelaparan sampai mati tanpa mengganggu sel-sel normal. Setelah itu, saya memblokir sel-sel kanker itu supaya pengobatan lebih efektif.“

Li menjadi juara kelima dalam perlombaan Intel Science Talent Search dan mendapat hadiah 30.000 dolar.

Scott Boisvert, 18 tahun, meneliti sebuah jenis jamur yang terkait dengan menurunnya jumlah hewan amfibi di seluruh dunia. Ia menempati peringkat kesepuluh dalam kompetisi ini.

Scott Boisvert, 18 tahun, meneliti sebuah jenis jamur yang terkait dengan menurunnya jumlah hewan amfibi di seluruh dunia. Ia menempati peringkat kesepuluh dalam kompetisi ini.

Scott Boisvert dari Phoenix, Arizona, berhasil meneliti kaitan antara jamur tertentu dengan menurunnya jumlah binatang amfibi di seluruh dunia. Ia berusaha mengidentifikasi apakah beberapa unsur kimia dalam air bisa mematikan jamur. Ia menempati urutan ke-10 dan mendapat hadiah 20.000 dolar.

Pemenang utama yang mendapat hadiah 100.000 dolar adalah Evan O’Dorney untuk bidang matematika. Para siswa ini, menurut Wendy Hawkins, mewakili generasi muda ilmuwan yang akan membantu membangun masa depan Amerika.

XS
SM
MD
LG