Tautan-tautan Akses

Gencatan Senjata Mulai Diberlakukan di Suriah


Seorang anak Suriah bermain di antara reruntuhan gedung di kota Homs, Suriah (26/2).

Seorang anak Suriah bermain di antara reruntuhan gedung di kota Homs, Suriah (26/2).

Gencatan senjata dimulai Jumat (26/2) tengah malam di Suriah dengan hampir 100 kelompok berkomitmen mematuhi penghentian permusuhan itu.

Gencatan senjata, yang ditengahi Amerika dan Rusia, itu mulai berlaku pada Jumat (26/2) tengah malam waktu Damaskus. Kelompok payung oposisi Suriah, Komite Tinggi Perundingan, dalam pernyataan mengatakan, 97 kelompok berjanji ikut dalam gencatan senjata. Gencatan senjata tidak berlaku bagi ISIS dan kelompok teror Fron al-Nusra yang terkait al-Qaida.

Kurang dari sejam sebelum gencatan senjata sementara dimulai, anggota Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mendukung kesepakatan itu di New York.

Dalam pertemuan yang sama, utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengumumkan, jika gencatan senjata secara umum ditegakkan dan akses bantuan kemanusiaan berlanjut, ia akan kembali mengadakan pembicaraan perdamaian antar pihak-pihak di dalam Suriah di Jenewa pada 7 Maret. Ia menyampaikan, setelah pertemuan itu, ia menerima laporan tiga menit setelah tengah malam waktu Damaskus, yang menyebutkan situasi di Darayya dan Damaskus sudah tenang.

Penghentian permusuhan akan berlaku di seluruh Suriah, kecuali daerah-daerah di mana ISIS dan kelompok lain bersenjata, Jabat al Nusra, beroperasi, demikian pula kelompok-kelompok teroris yang ditetapkan Dewan Keamanan.

Ketua bersama International Support Group for Syria (ISSG), Rusia dan Amerika, akan bertanggungjawab menangani pelanggaran. Bukan PBB. Presiden Amerika Barack Obama mengatakan Amerika akan melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk menegakkan kesepakatan tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Mark Toner hari Jumat mengatakan Amerika mendapat jaminan dari Rusia bahwa negara itu tidak akan melancarkan serangan terhadap "oposisi moderat" di Suriah setelah gencatan senjata berlaku. Ia menambahkan, kini saatnya bagi Rusia "mematuhi atau tutup mulut" guna menunjukkan bahwa negara itu serius menghentikan pertempuran. [ka/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG