Tautan-tautan Akses

Gencatan Senjata Gagal, Pertempuran Berlanjut di Suriah


Pejuang pemberontak dari Gerakan Islamis Ahrar al-Sham menembakkan senjata anti-pesawat ke arah pasukan yang loyal terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad di Jabal al-Zawiya di Idlib. (Foto: Dok)

Pejuang pemberontak dari Gerakan Islamis Ahrar al-Sham menembakkan senjata anti-pesawat ke arah pasukan yang loyal terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad di Jabal al-Zawiya di Idlib. (Foto: Dok)

Kelompok pemberontak utama yang terlibat dalam perundingan menyatakan telah memulai kembali operasi militer setelah gagalnya pembicaraan yang diperantarai Turki dan Iran.

Sebuah kelompok pemberontak Suriah hari Sabtu (15/8) menyatakan bahwa perundingan gencatan senjata dengan tentara Suriah dan sekutu Lebanonnya, Hizbullah, telah gagal. Pertempuran kemudian berlanjut di kota strategis di utara, Zabadani, serta dua desa di dekatnya.

Gencatan senjata 72 jam di Zabadani yang dikuasai pemberontak di dekat perbatasan Lebanon, serta permukiman warga Syiah di Foua dan Kafraya - dua desa terakhir yang dikuasai pemerintah di provinsi Idlib – dicapai pekan ini dan seharusnya berlangsung hingga hari Minggu.

Tetapi Ahrar al-Sham, kelompok pemberontak utama yang terlibat dalam perundingan, menyatakan, mereka telah memulai kembali operasi militer setelah gagalnya pembicaraan yang diperantarai Turki dan Iran.

“Sejak pagi ini, sedikitnya 200 roket telah ditembakkan ke Foua dan Kafraya,” kata Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di London.

Pasukan pemerintah dan sekutu-sekutunya menggempur posisi pemberontak di Zabadani, kata Abdel Rahman. Seorang pemberontak di Zabadani mengukuhkan bahwa pesawat-pesawat tempur terbang di atas kota itu.

Belum ada pernyataan langsung dari Hizbullah yang didukung Iran atau dari militer Suriah.

Zabadani menjadi fokus serangna berminggu-minggu yang dilakukan Hizbullah dan militer Suriah terhadap kelompok-kelompok pemberontak yang bersembunyi di sana. Bersamaan dengan itu, pemberontak melancarkan serangan terhadap Foua dan Kafraya.

Pembicaraan mengenai dilanjutkannya gencatan senjata difokuskan pada penarikan pasukan pemberontak dari Zabadani dengan imbalan diizinkannya pengiriman bantuan kemanusiaan ke desa-desa yang terkepung.

Perundingan tersebut gagal karena oposisi mendesak agar ribuan tahanan dibebaskan dari penjara-penjara pemerintah, kata Abdel Rahman dan kelompok-kelompok pemberontak.

“Penyebab perundingan ini gagal adalah kami menginginkan pembebasan 40 ribu tahanan dari penjara-penjara pemerintah, dan Iran menolaknya,” kata juru bicara Ahrar al-Sham, Ahmed Qara Ali, kepada Reuters.

XS
SM
MD
LG