Tautan-tautan Akses

Gencatan Senjata Bertahan di Yaman


Pemerontak Syiah Houthi siaga di dekat istana Presiden di Sanaa, Yaman (19/1).

Pemerontak Syiah Houthi siaga di dekat istana Presiden di Sanaa, Yaman (19/1).

Gencatan senjata yang disepakati pemerintah Yaman dan kaum pemberontak Houthi tampaknya bertahan di ibukota Sanaa.

Pemerintah Yaman dan kaum pemberontak Houthi telah menyatakan gencatan senjata, yang tampaknya bertahan di ibukota Sanaa setelah terjadi pertempuran sehari di sana-sini.

Bentrokan-bentrokan Senin (19/1) tampaknya mulai dengan serangan Houthi terhadap konvoi perdana menteri ketika konvoi itu meninggalkan istana kepresidenan. Perdana menteri selamat dalam serangan itu.

Para saksi melaporkan terjadi baku tembak berat dan diikuti ledakan-ledakan, menyebabkan penduduk sipil melarikan diri dari daerah itu. Para pejabat mengatakan, sedikitnya tiga orang tewas. Ada laporan-laporan yang bertentangan bahwa pemberontak merebut gedung media negara.

Pasukan Houthi, yang memperjuangkan hak lebih besar bagi golongan minoritas Shiah Zaidi di Yaman, menguasai ibukota September lalu, dan kemudian menandatangani persetujuan yang menyerukan dibentuknya pemerintah baru.

Hari Sabtu (17/1), Houthi menculik Kepala Staf Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi untuk menghentikan pertemuan mengenai penyusunan konstitusi baru.

Yaman telah dilanda dengan perpecahan dalam negeri ketika gerakan Houthi telah meluas sampai di luar batas tradisionalnya di sebelah utara. Kaum separatis itu terus mendesakkan tuntutannya di sebelah selatan, dan al-Qaida di Jazirah Arabia mengklaim bertanggung-jawab atas serangan baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk serangan atas kantor majalah satiris Charlie Hebdo di Paris bulan ini.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG