Tautan-tautan Akses

Harapan akan Gencatan Senjata Jangka Panjang di Gaza Buyar


Asap mengepul di kota Gaza setelah serangan udara Israel hari Jumat pagi (8/8).

Asap mengepul di kota Gaza setelah serangan udara Israel hari Jumat pagi (8/8).

Militan Palestina melanjutkan penembakan roket ke Israel dari Jalur Gaza, dan pesawat-pesawat jet Israel merespon dengan serangan udara Jumat (8/8) pagi, ketika gencatan senjata 72 jam resmi berakhir.

Israel menggempur Gaza dengan serangkaian serangan udara hari Jumat, setelah Hamas melanjutkan serangan roket terhadap Israel ketika perundingan di Kairo gagal memperpanjang gencatan senjata tiga hari.

Asap membubung di atas Gaza ketika jet-jet tempur Israel membalas puluhan roket yang ditembakkan Hamas ke wilayah Israel, memulai kembali konflik sebulan yang telah menewaskan hampir 2.000 orang.

Militer Israel mengatakan melalui Twitter bahwa paling sedikit 19 roket diluncurkan setelah gencatan senjata berakhir pukul 8 pagi waktu setempat. Dikatakan, empat dari roket-roket itu diluncurkan setelah dicegat di kota-kota Israel bagian selatan, sementara yang lain jatuh di wilayah terbuka.

Tidak ada yang cedera atau kerusakan dilaporkan.

Israel melepaskan tembakan selama kira-kira tiga jam, tetapi juru bicara militer Peter Lerner mengukuhkan bahwa serangan udara dilakukan terhadap prasarana teroris di Gaza.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan ia sangat kecewa karena kedua pihak yang tidak mampu mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata tiga hari dalam perundingan di Kairo.

Ban Ki-moon mengatakan “perpanjangan gencatan senjata itu sangat penting demi kemajuan perundingan dan untuk membahas isi-isu yang menyebabkan krisis itu secepatnya”.

Militer Israel menuduh militan di Jalur Gaza melanggar gencatan senjata 72 jam itu sebelum dijadwalkan berakhir Jumat pagi. Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan pejuang Hamas secara tanpa pandang bulu menyasar warga sipil.

Juru bicara itu, Mark Regev mengatakan “Israel ingin gencatan senjata ini sukses. Israel telah menarik seluruh kekuatannya dari Jalur Gaza. Israel menghentikan seluruh operasi tempur, dan mengambil posisi bertahan.

Tapi Hamas pagi ini menembakkan senjata pada sasaran-sasaran di Israel di seberang perbatasan. Hamas mengatakan tidak akan berhenti bertempur sampai Israel mencabut blokadenya yang telah berlangsung selama tujuh tahun di Gaza. Israel mengatakan hanya akan mengakhiri blokade itu kalau Gaza di demiliterisasi, syarat yang ditolak Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertekad akan melakukan pembalasan kuat menanggapi peluncuran-peluncuran roket.

Hamas, yang menguasai Gaza, mengatakan pihaknya gagal mencapai persetujuan untuk memperpanjang gencatan senjata dalam pembicaraan tidak-langsung dengan Israel di Kairo.

Kelompok Islamis itu mengatakan pihaknya akan meneruskan perundingan, walaupun kedua pihak tampaknya tidak mendekati pencapaian persetujuan.

Hamas mengatakan Israel tidak menyetujui satupun tuntutannya, yang mencakup pencabutan blokade yang telah mencekik perekonomian Gaza dan menghambat orang Palestina meninggalkan daerah pantai itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG