Tautan-tautan Akses

Gencatan Senjata Batal, Pertempuran Berkobar Lagi di Yaman


Asap mengepul akibat serangan udara Saudi di pinggiran ibukota Yaman, Sana'a (foto: dok). Koalisi pimpinan Saudi kembali melancarkan serangan udara hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata.

Asap mengepul akibat serangan udara Saudi di pinggiran ibukota Yaman, Sana'a (foto: dok). Koalisi pimpinan Saudi kembali melancarkan serangan udara hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata.

Koalisi pimpinan Saudi kembali melancarkan serangan udara di Yaman, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan hari Senin (27/7).

Koalisi pimpinan Arab Saudi hari Senin (27/7) kembali melancarkan serangan udara di Yaman, menghentikan gencatan senjata yang dimulai hanya beberapa jam sebelumnya.

Dua serangan udara tersebut salah sasaran dan menewaskan 15 pejuang koalisi di propinsi Lahj, kata pihak berwenang. Lebih dari 40 lainnya cedera dalam serangan itu dan jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah.

Serangan udara koalisi terjadi dekat pangkalan militer al-Anad, yang dikuasai pemberontak Houthi. Pihak koalisi juga menggempur sebelah utara kota pelabuhan Aden.

Serangan udara tadinya dihentikan oleh pihak koalisi Minggu tengah malam, meskipun pertempuran di darat tetap berkobar. Gencatan senjata itu dimaksudkan agar PBB bisa menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di negara Arab termiskin itu.

Dalam pernyataan, pemberontak Houthi mengatakan menembakkan sejumlah misil melintasi perbatasan ke sebuah fasilitas militer Saudi.

Koalisi negara-negara Teluk Arab telah menggelar ofensif udara sejak Maret untuk melawan pemberontak Houthi Syiah dukungan Iran di Yaman. Houthi telah menguasai sebagian besar Yaman utara serta Sana’a, ibukota negara itu.

PBB hari Senin mengatakan berharap jeda kemanusiaan itu masih bisa diberlakukan. PBB mengatakan sekitar 23.000 orang telah tewas dan cedera akibat konflik tersebut, sementara banyak bangunan sipil telah hancur. Permohonan dana kemanusiaan oleh PBB sebesar 1,6 miliar dolar untuk Yaman sejauh ini baru terpenuhi 15 persen.

XS
SM
MD
LG