Tautan-tautan Akses

AS

Gencatan Senjata Berakhir, AS Upayakan Perdamaian di Yaman


Menteri Luar Negeri AS John Kerry duduk bersama (arah jarum jam dari atas) Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Wakil Menlu Inggris Tobias Ellwood, Menlu Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed, dan Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismaïl Ould Cheikh Ahmed di Jeddah, Arab Saudi, 25 Agustus 2016.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry duduk bersama (arah jarum jam dari atas) Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Wakil Menlu Inggris Tobias Ellwood, Menlu Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed, dan Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismaïl Ould Cheikh Ahmed di Jeddah, Arab Saudi, 25 Agustus 2016.

Gencatan senjata 48 jam setelah hampir dua tahun perang di Yaman berakhir pada Senin tengah hari dan tidak akan diperpanjang.

Amerika Serikat "bekerja sangat keras" untuk menghentikan permusuhan setelah gencatan senjata di Yaman berakhir Senin (21/11).

"Saya pikir itu sesuatu yang masih dikejar oleh Menteri Luar Negeri, John Kerry. Dan saya akan memberitahu Anda bahwa dia telah mengadakan pembicaraan pagi ini dengan wakil putra mahkota Arab Saudi, serta Menteri Luar Negeri (Adel) al-Jubeir tentang masalah ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, Senin.

Gencatan senjata 48 jam setelah hampir dua tahun perang di Yaman berakhir pada Senin tengah hari dan tidak akan diperpanjang, menurut juru bicara koalisi militer yang dipimpin Saudi.

Kerry juga berbicara dengan Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, Senin.

Diplomat tertinggi AS itu bertekad untuk menghentikan permusuhan di Yaman sehingga bantuan kemanusiaan dapat sampai kepada penduduk dan pembicaraan politik dapat dilanjutkan, kata Departemen Luar Negeri.

Kesepakatan damai itu diumumkan secara sepihak oleh koalisi Saudi namun gagal menghentikan pertempuran di seluruh negeri antara Huthi sekutu Iran dan koalisi yang dipimpin Saudi, yang campur tangan memihak pemerintah di pengasingan Maret 2015.

Konflik 20 bulan itu telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan membuat lebih dari tiga juta warga sipil mengungsi. [ps/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG