Tautan-tautan Akses

Gempa Kuat Tewaskan 9 Orang di Jepang, 800 Luka-luka


Warga berjalan di dekat tembok yang runtuh di kota Mashiki, Kumamoto, Jepang selatan pasca gempa Kamis malam (14/4).

Warga berjalan di dekat tembok yang runtuh di kota Mashiki, Kumamoto, Jepang selatan pasca gempa Kamis malam (14/4).

Sekitar 44.000 orang mencari tempat yang aman, meski beberapa kembali ke rumah pada pagi hari.

Sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 800 lainnya luka-luka akibat gempa Kamis malam (14/4) berkekuatan 6,5 Skala Richter yang merobohkan rumah-rumah dan mretakkan jalanan di Jepang bagian selatan.

Pada siang hari, skala kerusakan semakin jelas: bangunan yang roboh, jalanan yang rusak dan jalan bebas hambatan yang retak dan melengkung.

Kerusakan paling parah terjadi di kota Mashiki, sekitar 15 kilometer dari kota Kumamoto. Seluruh bangunan jatuh ke tanah, atap-atap lepas dan jendela serta dinding hancur, dengan pecahan kaca dan puing-puing.

Batu-batu besar berjatuhan dari dinding kastil Kumamoto yang bersejarah, yang tutup untuk umum hari Jumat.

Lima perempuan dan empat laki-laki tewas, menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana. Salah satu korban adalah pria berusia 20an, sementara sisanya berusia antara 50an sampai seorang perempuan berusia 90an. Delapan dari sembilan korban berasal dari Mashiki.

Juru bicara pemerintah, Yoshihide Suga, mengatakan setidaknya 860 orang terluka, 53 luka serius. Ia mengatakan 1.600 tentara telah bergabung dalam upaya penyelamatan.

Sekitar 44.000 orang mencari tempat yang aman, meski beberapa kembali ke rumah pada pagi hari. Laporan-laporan televisi menunjukkan pasukan yang membagikan selimut dan popok dewasa untuk mereka yang mengungsi.

Gempa terjadi pada pukul 21:26 pada kedalaman 11 kilometer dekat kota Kumamoto di Pulau Kyushu, menurut Badan Meteorologi Jepang. TIdak ada risiko tsunami. Wilayah ini terletak pada 1.300 kilometer dari barat daya Tokyo.

Episentrum gempa awal berada 120 kilometer dari satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi di negara itu, tetapi Suga mengatakan tidak ada abnormalitas pada fasilitas-fasilitas nuklir yang letaknya dekat itu. ‚Äč[lt/hd]

XS
SM
MD
LG