Tautan-tautan Akses

AS

'Gelombang Suhu Panas' Pecahkan Rekor di Kawasan Timur Laut AS

  • Associated Press

Dan Copeland (kiri) dan Alex Morneau, mantan anggota pemandu sorak di SMA, menikmati rekor suhu udara panas di pantai Old Orchard, negara bagian Maine, Kamis (18/5). Suhu mencapai 90an Fahrenheit di berbagai kota di kawasan Timur Laut AS, hal yang tidak biasa terjadi pada hari-hari di musim semi.

Suhu udara panas memecahkan rekor hari Kamis (18/5) di berbagai kota di bagian Timur Laut Amerika, saat kawasan ini mendapat “gambaran lebih awal” apa yang bakal terjadi di musim panas nanti.

Suhu mencapai 92 Fahrenheit (atau hampir 33 derajat Celcius) di kota Boston sesaat setelah tengah hari Kamis, memecahkan rekor lama 91 derajat untuk tanggal 18 Mei yang terjadi pada tahun 1936, menurut Badan urusan Cuaca Nasional AS.

Rekor suhu panas yang telah bertahan 81 tahun (dari tahun 1936) dengan suhu terpanas 90 Fahrenheit juga terpecahkan hari ini di kota New York, di mana suhu di kawasan Central Park, New York mencapai 91 Fahrenheit sesaat sebelum pukul 4 sore.

Ini adalah hari kedua berturut-turut kawasan Timur Laut AS mengalami suhu panas seperti biasa terjadi pada pertengahan musim panas, namun prakiraan cuaca mengatakan bahwa suhu udara akan kembali turun hari Jumat (19/5) sehingga suhu di kawasan ini akan kembali kepada kondisi suhu normal seperti layaknya hari-hari pada musim semi.

Gelombang suhu panas dua hari terakhir (Rabu dan Kamis) ini datang beberapa hari setelah sebagian besar wilayah ini mengalami suhu udara yang dingin disertai hujan.

Beberapa warga yang sudah merindukan udara panas seperti di kota Jamestown, Rhode Island, memanfaatkan cuaca hangat hari Kamis untuk makan siang di ruangan bagian luar restoran. Seorang warga, Peggy Schreiner mengatakan bahwa cuacanya "spektakuler." Seakan tidak peduli dengan suhu panas, Peggy dan rekannya asyik mengobrol untuk memperpanjang waktu mereka di luar restoran.

Di tempat lain di mana rekor suhu panas pada tanggal 18 Mei terpecahkan termasuk di kota Hartford, Connecticut, di mana suhu mencapai 94 Fahrenheit, dan di Providence, Rhode Island, di mana suhu tercatat 93 Fahrenheit.

Di Maine, di mana suhu panas juga mencapai rekor di seluruh negara bagian, Departemen Perlindungan Lingkungan mengeluarkan peringatan bahwa gelombang panas akan bertahan sampai pukul 11 malam, Kamis.

Di Boston, Dinas Taman Nasional setempat mengatakan di akun Twitter bahwa “Bunker Hill Monument”, objek wisata populer, ditutup sementara bagi pengunjung karena panasnya udara hari Kamis.

Matt McKenna, dari Holliston, Massachusetts, yang beristirahat sejenak dari tempat kerjanya di hotel Boston Harbor, bertanya-tanya apa yang terjadi dengan musim semi.

"Sepertinya kita baru saja melompat (dari musim dingin) dan langsung menuju musim panas," kata McKenna, yang mengaku dirinya bukan penggemar cuaca yang panas.

“Saya (lebih) suka cuaca dingin, saya penggemar salju," katanya.

Sementara Jenna Gagne, dari kota Hull, Massachusetts, bertanya-tanya apakah perubahan cuaca drastis ini terkait dengan perubahan iklim.

"Saya merasa cuaca ini sangat tidak konsisten, sepertinya hal ini berkaitan dengan pemanasan global. Saya hanya merasa perubahan cuaca ini terjadi sangat drastis," katanya

Teman Jenna, Lisa Hart, lebih skeptis.

"Saya pikir (perubahan cuaca ini) hanya di New England," katanya, mengacu pada cuaca yang sangat berubah-ubah di kawasan ini.

Meskipun suhu mencapai 90an Fahrenheit di kota Concord, New Hampshire, ribuan orang tetap turun ke jalan pada Kamis sore untuk mengikuti lomba lari. Penyelenggara menyediakan air minum tambahan di sepanjang jalur 3,1 mil (4,9 kilometer) yang ditempuh peserta, dan menyiapkan ambulans ekstra serta staf medis tambahan.

"Anda bisa merasakan wajah Anda memerah," kata Michael Bacotti (38 tahun), dari Londonderry, yang berhasil menyelesaikan balapan bersama kedua anak laki-lakinya yang berusia 5 tahun dan 6 tahun.

"Rasanya panas seperti oven," imbuhnya. [pp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG