Tautan-tautan Akses

Gelombang Panas Tewaskan 61 Orang di Mesir

  • Heather Murdock

Seorang petani Mesir menaiki kereta kuda menutupi kepalanya dengan kardus untuk menghindari sengatan matahari di Kairo (11/8).

Seorang petani Mesir menaiki kereta kuda menutupi kepalanya dengan kardus untuk menghindari sengatan matahari di Kairo (11/8).

Ratusan orang lainnya dirawat di rumah sakit di Mesir, akibat gelombang panas yang melanda Timur Tengah selama berminggu-minggu terakhir.

Lebih dari 60 orang tewas dalam beberapa hari terakhir dan ratusan orang lainnya dirawat di rumah sakit di Mesir, akibat gelombang panas yang melanda Timur Tengah selama berminggu-minggu, menurut kantor berita pemerintah Mesir.

Beberapa kota di Mesir merasakan gelombang panas dengan suhu yang terasa seperti 70 derajat Celcius.

Musim panas tahun ini telah menewaskan banyak orang lain di seluruh wilayah Timur Tengah, dengan suhu rata-rata di atas 40-an derajat Celcius, bahkan kadang-kadang mencapai 50-an derajat Celcius.

Para orang tua, tahanan, dan pasien rumah sakit jiwa termasuk di antara korban tewas akibat gelombang panas di Mesir.

Gelombang panas juga memiliki konsekuensi lainnya, yaitu memisahkan kelompok masyarakat di Timur Tengah secara ekonomi, menurut Ziad Akl, seorang peneliti senior di Kairo.

"Hal ini semakin menyoroti adanya kesenjangan sosial yang besar antar kelompok masyarakat di Timur Tengah, khususnya di negara-negara yang tidak sekaya negara-negara Teluk. Seperti di Mesir misalnya, (gelombang panas) ini makin memisahkan kelompok masyarakat," katanya .

Dia menjelaskan bahwa warga kaya di Mesir menghindari gelombang panas dengan pergi ke pantai atau tinggal di dalam ruangan yang ber-AC. Sementara, warga miskin berusaha mendinginkan diri di tempat-tempat umum, seperti air mancur umum.

Cuaca panas dan prasarana umum yang buruk di Mesir serta krisis keamanan di kawasan juga memicu praktek yang di luar kebiasaan. Beberapa warga berusaha semakin dekat dengan ajaran agama, sementara warga lainnya justru menyalahkan cuaca. Bahkan muncul teori konspirasi yang tidak masuk akal di kalangan warga bahwa pemerintah sengaja menyebabkan cuaca yang panas untuk meningkatkan produksi minyak.

"Walaupun kedengarannya konyol, namun saya melihat banyak juga orang yang mempercayai hal itu," kata Ziad.

Sementara di Irak, gelombang panas memicu aksi protes baru-baru mengecam korupsi pemerintah yang dianggap mengakibatkan pemadaman listrik pada hari-hari yang panjang di tengah musim panas. Ribuan warga turun ke jalan dalam aksi protes di ibukota Baghdad, mendorong pemerintah Irak berjanji akan melakukan reformasi luas untuk mengatasi hal ini.

XS
SM
MD
LG