Tautan-tautan Akses

Gejolak Politik Mesir dan Turki Untungkan Pariwisata Spanyol


Para turis di Granada, Spanyol. (Foto: Dok)

Para turis di Granada, Spanyol. (Foto: Dok)

Kerusuhan di Timur Tengah dan Turki membuat Spanyol kelimpahan turis yang beralih ke negara itu untuk liburan musim panas.

Para pelancong musim panas yang ingin berlibur ke Mesir dan Turki memenuhi Spanyol dengan jumlah yang mencatat rekor bulan lalu, membuat negara itu mengalami tahun terbaik terkait kedatangan turis, yang memperbaiki perekonomian negara yang sedang sekarat.

“Sepertinya 2013 akan menjadi tahun terbaik dalam sejarah pariwisata,” Menteri Perindustrian Spanyol, Jose Manuel Soria, mengatakan dalam sebuah konferensi pers Senin (23/9), dengan menambahkan bahwa perkiraan untuk kuartal terakhir adalah positif.

Pariwisata menyumbang lebih dari 5 persen untuk ekonomi atau PBD Spanyol pada 2012 dan membuka 900.000 pekerjaan, menurut lembaga Euromonitor, di negara dengan tingkat pengangguran satu dari empat orang. Oleh karenanya, jumlah turis yang besar merupakan kabar baik karena sektor lain sedang tiarap.

Jumlah kedatangan turis internasional pada Agustus naik menjadi 8,3 juta, menurut data dari Kementerian Pariwisata, menaikkan angka kedatangan total dari Januari sampai Agustus sebesar 4,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 42,3 juta.

Para pengunjung tersebut membelanjakan 40,4 miliar euro (US$54,6 miliar), atau naik 7 persen dari 2012.

Gejolak politik di negara-negara tujuan wisata lain juga menguntungkan negara-negara Mediterania lain, seperti Yunani.

Namun tidak semua orang di Spanyol merayakan peningkatan sektor pariwisata ini. Perjalanan domestik jatuh 6,9 persen antara Januari dan Juli, membuat sengsara usaha dan hotel yang bergantung pada pariwisata kota.

Dua pihak yang tertimpa durian runtuh dari arus kedatangan pengunjung internasional ini adalah pemilik rumah yang memanfaatkan fakta bahwa semakin banyak orang yang mencari akomodasi biaya rendah, dan toko-toko barang mewah yang kliennya terlindung dari krisis ekonomi terburuk.

Banyak turis memilih menyewa rumah pribadi yang diiklankan di Internet. Meski ada upaya pemerintah untuk memperketat aturan terkait penyewaan properti pribadi, tren ini semakin meningkat, dengan jumlah penyewaan oleh turis naik 15 persen pada Agustus dibandingkan tahun lalu menjadi 1,3 juta properti.

“Karena krisis ekonomi, orang-orang lebih menyukai maskapai yang lebih kecil, hotel yang lebih kecil dan mereka membayar lebih rendah,” ujar Dimitrios Buhalis, profesor dan direktur laboratorium pariwisata elektronik di Bournemouth University.

Ekonomi Spanyol telah sangat bergantung pada pariwisata sejak wisata pantai naik pamor pada 1960an. Meski turis Inggris, Perancis dan Jerman masih menjadi mayoritas, ada lonjakan tinggi dalam jumlah pengunjung Rusia. (Reuters/Clare Kane)
XS
SM
MD
LG