Tautan-tautan Akses

Gedung Putih Tidak Ikut Andil dalam Kebijakan Pelepasan Tahanan Imigran


ICE memastikan pekan ini bahwa petugas-petugas lapangan telah meninjau kasus beberapa ratus warga negara asing dan menempatkan mereka di bawah sistem pengawasan yang lebih murah dibanding rumah tahanan (Foto: dok).

ICE memastikan pekan ini bahwa petugas-petugas lapangan telah meninjau kasus beberapa ratus warga negara asing dan menempatkan mereka di bawah sistem pengawasan yang lebih murah dibanding rumah tahanan (Foto: dok).

Gedung Putih mengatakan tidak memainkan peran dalam keputusan untuk melepaskan ratusan imigran gelap dari rumah tahanan sebagai langkah penghematan.

“Ini merupakan keputusan yang dibuat oleh pejabat-pejabat ICE, tanpa masukan apapun dari Gedung Putih, karena adanya ketidakpastian anggaran dan kemungkinan pemangkasan anggaran secara besar-besaran,” ujar juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, dalam konferensi pers mingguan hari Rabu (27/2).

Para pejabat Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika (ICE) memastikan pekan ini bahwa petugas-petugas lapangan telah meninjau kasus beberapa ratus warga negara asing dan menempatkan mereka di bawah sistem pengawasan yang lebih murah dibanding rumah tahanan.

Keputusan ini diambil hanya beberapa hari menjelang tenggat waktu hari Jum’at(1/3) bagi anggota-anggota Kongres untuk mencegah pemangkasan anggaran besar-besaran yang akan diberlakukan secara otomatis jika mereka tidak mencapai kesepakatan bagaimana mengurangi utang nasional bernilai $16 triliun.

Kelompok-kelompok advokasi imigrasi memuji pembebasan tahanan itu sebagai hal yang sudah lama tertunda, tetapi para pengecam di Kongres menuduh Presiden Barack Obama menggunakan politik menakut-nakuti untuk mendorong anggota- anggota Kongres mengikuti agenda ekonominya. Beberapa anggota Kongres dari Fraksi Republik juga mengingatkan bahwa pembebasan para tahanan itu akan menimbulkan risiko bagi masyarakat.

Menurut informasi dari Kedutaan Besar Indonesia di Washington, saat ini ada sekitar tiga ribu warga Indonesia yang menjadi imigran gelap atau tidak memiliki status visa yang jelas. Namun, belum diketahui apakah ada di antara mereka yang telah ditahan oleh ICE akibat pelanggaran status keimigrasian tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney menekankan, dari sekitar 30.000 imigran yang ditahan di rumah-rumah tahanan ICE, ratusan tahanan yang dibebaskan adalah mereka yang berisiko rendah atau bukan tahanan kriminal.

ICE belum memastikan hal itu dan belum memberi rincian tentang jumlah atau lokasi orang-orang yang dibebaskan dari tahanan itu atau alasan mengapa mereka ditahan. ICE mengatakan akan terus mengupayakan proses deportasi jika diperintahkan oleh pengadilan imigrasi.
XS
SM
MD
LG