Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Serukan Penghentian Terapi Konversi LGBT


Para aktivis LGBT dalam parade Gay Pride tahunan ke-44 di San Francisco, Juni 2014.

Para aktivis LGBT dalam parade Gay Pride tahunan ke-44 di San Francisco, Juni 2014.

Praktik tersebut dapat memiliki "dampak potensial merusak hidup anak muda transgender, gay, lesbian dan biseksual."

Gedung Putih menyerukan larangan atas apa yang disebut terapi konversi, praktik-praktik psikiatri yang bertujuan mengubah identitas gender atau orientasi seksual seseorang.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah Rabu (8/4) di laman Gedung Putih, penasihat senior Gedung Putih Valerie Jarrett mengatakan terapi konversi dapat memiliki "dampak potensial merusak hidup anak muda transgender, gay, lesbian dan biseksual."

"Banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa terapi konversi, terutama jika dipraktikkan pada anak-anak muda, tidak sesuai secara medis maupun etika, dan dapat menyebabkan bahaya yang substansial," menurut pernyataan tersebut.

Pernyataan itu diunggah bersama dengan petisi yang menyerukan legislasi kongres untuk melarang terapi-terapi konversi. Rancangan undang-undang itu akan diberlakukan untuk mengenang Leelah Alcorn, anak muda transgender berusia 17 tahun yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri di depan sebuah sebuah truk Desember lalu.

Dalam catatan bunuh dirinya di Internet, Leelah mengatakan orangtuanya telah memberhentikannya dari sekolah dan menaruhnya pada terapi konversi untuk mengubahnya kembali menjadi laki-laki.

Pernyataan Gedung Putih diakhiri dengan, "Pemerintahan ini percaya anak-anak muda harus dihargai berdasarkan diri mereka, tidak peduli seperti apa penampilan mereka, dari mana mereka berasal, gender apa yang mengidentifikasi mereka, atau siapa yang mereka cintai."

XS
SM
MD
LG