Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Konfirmasi Tewasnya Warga AS Sandera ISIS


Foto yang tidak disebutkan tanggalnya ini menunjukkan Kayla Mueller (kiri) yang berusia 26 tahun dan ibunya Marsha Mueller. (Foto: dok.)

Foto yang tidak disebutkan tanggalnya ini menunjukkan Kayla Mueller (kiri) yang berusia 26 tahun dan ibunya Marsha Mueller. (Foto: dok.)

Gedung Putih mengkonfirmasi hari Selasa (10/2), tewasnya warga AS, Kayla Jean Mueller, seorang pekerja sosial yang disandera oleh militan ISIS.

Seorang wanita AS yang disandera oleh militan Negara Islam (ISIS) di Suriah sudah tewas, demikian ditegaskan pemerintah AS, Selasa (10/2). Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih menyampaikan duka cita kepada keluarga Kayla Mueller, yang diculik di Suriah pada tahun 2013.

Presiden AS Barack Obama mengatakan, “Dia (Kayla Mueller) telah diambil dari kita, tetapi warisannya bertahan, memberi inspirasi kepada semua orang yang berperang, masing-masing dengan cara mereka sendiri, demi keadilan dan kehormatan.”

"Atas nama warga Amerika, Michelle dan saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Kayla," seperti yang tertulis dalam pernyataan tersebut, menambahkan bahwa AS akan menuntut tanggung jawab para pelakunya.

"Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, AS akan mencari dan mengadili teroris yang bertanggungjawab atas penangkapan dan kematian Kayla," kata pernyataan tersebut.

"Tidak ada kata-kata yang bisa disampaikan pada kedua orangtua Kayla, Marsha dan Carl, betapa kami turut merasakan kehilangan yang mereka alami, dan betapa banyak orang yang berdoa dan bekerja untuk akhir yang bukan seperti ini," kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah pernyataan, menyalahkan ISIS untuk kematian Kayla.

"ISIS, (Negara Islam) dan hanya ISIS, penyebab tewasnya Kayla. Seperti teman-teman kita di Yordania, tekad kita tidak tergoyahkan untuk mengalahkan hinaan yang keji terhadap dunia yang beradab ini dan untuk mengalahkan teroris yang aksinya, membunuh perempuan, anak-anak, membakar orang hidup-hidup, menghina agama yang mereka gunakan sebagai alasan tindakan mereka."

ISIS minggu lalu mengklaim sebuah serangan udara Yordania menghantam gedung tempat Kayla disandera di kota Raqqa, Suriah. Minggu lalu, Yordania, AS dan beberapa pihak lainnya mempertanyakan pernyataan ISIS tersebut.

Pernyataan dari Gedung Putih tidak memberikan penyebab tewasnya Mueller.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Bernadette Meehan mengatakan keluarga Mueller menerima pesan pribadi dari ISIS yang menyandera Kayla di akhir minggu kemarin yang berisi "informasi tambahan".

“Begitu informasi itu disahkan kebenarannya oleh komunitas intelijen, mereka mengambil kesimpulan bahwa Kayla telah tewas," kata Meehan.

Keluarga Mueller mengatakan mereka "amat sedih" begitu mengetahui kematian anak perempuan mereka dan mempublikasikan surat yang ditulisnya pada tahun 2014 ketika ia masih disandera.

Di surat tersebut, pekerja sosial itu menuliskan bahwa ia diperlakukan dengan "hormat dan baik" di "tempat yang aman, sama sekali tidak terluka dan sehat."

"Kalau saya harus mengatakan apakah saya menderita, adalah mengetahui seberapa besar kalian menderita akibat keadaan ini," tulis Mueller. "Saya menyerahkan diri kepada Sang Pencipta."

Senator AS John McCain, yang mewakili negara bagian tempat keluarga Mueller tinggal, Arizona, mengatakan pada hari Selasa (10/2) bahwa "Jasa-jasa Kayla tidak akan pernah terlupakan, bahkan oleh mereka yang belum bertemu dengannya."

Aru Pande menuliskan laporan ini dari Gedung Putih, Jeff Seldin ikut berkontribusi terhadap laporan ini dari Washington. Beberapa materi dalam laporan ini diambil dari Reuters.

XS
SM
MD
LG