Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Buka KTT Kontra-Ekstremisme

  • Luis Ramirez

Wakil Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan Walikota Rotterdam Ahmed Aboutaleb sebelum KTT kontra-ekstremisme dengan kekerasan di Washington (17/2). (AP/Jacquelyn Martin)

Wakil Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan Walikota Rotterdam Ahmed Aboutaleb sebelum KTT kontra-ekstremisme dengan kekerasan di Washington (17/2). (AP/Jacquelyn Martin)

Wakil Presiden AS Joe Biden menyerukan pendekatan yang melampaui serangan udara dan invasi.

Sebuah konferensi yang mengumpulkan para pemimpin spiritual, polisi dan perwakilan-perwakilan dari lebih dari 60 negara dibuka Selasa (17/2) di Washington, yang diharapkan Presiden AS Barack Obama akan menghasilkan cara-cara untuk melawan ekstremisme dengan kekerasan.

Pada meja bundar yang mencakup para pejabat dari Belgia dan Belanda serta polisi lokal dari seluruh AS, Wakil Presiden AS Joe Biden menyerukan pendekatan yang melampaui serangan udara dan invasi.

"Kita ada di sini sekarang karena kita semua paham bahwa dalam berurusan dengan ekstremisme yang disertai kekerasan, kita memerlukan jawaban-jawaban yang melampaui cara militer. Kita perlu jawaban yang melampaui kekerasan," ujarnya.

Para pejabat pemerintahan Obama mengatakan menjangkau lingkungan terkeras di Amerika merupakan kunci untuk mendiskreditkan daya tarik teroris, dan untuk mencegah anak-anak muda yang ingin keluar dari marginalisasi dan isolasi beralih ke ideologi-ideologi ekstremis.

Untuk itu, Gedung Putih mengundang polisi dari Los Angeles, Boston dan Minneapolis, yang program-program penjangkauan anak mudanya adalah model yang ingin Obama bentuk di seluruh negeri.

Biden menyoroti upaya-upaya Minneapolis untuk melibatkan populasi warga kelahiran Somalia di kota tersebut. Biden membandingkan upaya-upaya inklusi itu dengan yang terjadi di kota asalnya di Wilmington, Delaware, yang juga memiliki komunitas imigran Somalia.

"Jika Anda pergi ke stasiun kereta api bersama saya, Anda akan lihat bahwa saya memiliki hubungan baik dengan mereka karena ada banyak dari mereka yang mengendarai taksi dan mereka adalah betul-betul teman saya," ujarnya.

Untuk beberapa analis, komentar itu mengilustrasikan adanya niat baik, tapi juga perlunya upaya asimilasi imigran Muslim yang baru datang ke Amerika.

Meski pertanyaan bagaimana mencegah ekstremisme pada akarnya terlalu besar untuk dijawab dalam KTT tiga-hari, para analis mengatakan pertemuan itu merupakan langkah pertama yang penting untuk menemukan solusi yang lebih dari memimpin perang atas teroris.

XS
SM
MD
LG