Tautan-tautan Akses

Gedung Putih: Jalan Menuju Kesepakatan Masih Panjang


Juru bicara Gedung Putih di tengah briefing kepada wartawan, Selasa (15/10).

Juru bicara Gedung Putih di tengah briefing kepada wartawan, Selasa (15/10).

Namun Gedung Putih berharap Senat yang didominiasi Fraksi Demokrat dapat menemukan jalan keluar dari krisis politik ini.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, Selasa, perundingan di Senat telah mencatat kemajuan namun jalan masih panjang menuju tercapainya kesepakatan masih panjang.

Dengan semakin dekatnya tenggat waktu, Kamis, 17 Oktober, untuk menaikkan plafon utang Amerika untuk menghindari default, Gedung Putih berharap Senat yang didominiasi Fraksi Demokrat dapat menemukan jalan keluar dari krisis politik ini.

''Kemajuan yang kami lihat Senat menjanjikan, tapi kita memang masih jauh dari kata sepakat," ujar Carney kepada wartawan.

Sementara itu, Fraksi opisisi Republik yang menguasai kamar parlemen lainnya di Amerika, Kongres, mengerjakan RUU terpisah untuk membuka kembali kantor-kantor pemerintah dan meningkatkan batasan utang, dengan anggota Kongres dari Fraksi Republik mengajukan sebuah proposal lagi, yang langsung ditolak oleh Obama dan dicap oleh para pemimpin dari Fraksi Demokrat sebagai upaya "sabotase."

Para anggota Kongres dari Fraksi Repupblik gagal mencapai konsensus secara internal mengenai jalan keluar dari kebuntuan anggaran federal, yang segera dapat berujung pada kegagalan Amerika untuk memenuhi kewajibannya -- sesuatu yang dapat menghasilkan konsekuensi mendalam pada perekonomian Amerika.

Proposal dari Fraksi Republik di Kongres mengandung poin-poin yang berbeda dengan proposal yang bergulir di Senat.

Ketua Kongres John Boehner mengatakan mereka belum mengambil keputusan mengenai langkah selanjutnya, tapi mereka tetap bertekad untuk membiarkan Amerika terjerumus dalam default.

"Banyak usulan mengenai arah perundingan. (Tapi) belum ada keputusan apa yang akan kami lakukan," ujar Boehner kepada wartawan.

Para pemimpin di Senat mengatakan mereka hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali pemerintah, yang telah ditutup secara parsial selama dua minggu, dan untuk menaikkan plafon utang sebelum tenggat waktu Kamis.

Berlangsungnya dua proses bersamaan di Senat dan Kongres menimbulkan kebingungan di menit-menit terakhir menjelang tenggat waktu. Fraksi Demokrat di Senat dan Gedung Putih telah menolak proposal Fraksi Republik di Kongres.

Staf Fraksi Republik di Kongres mengatakan proposal yang diajukan Selasa ini dimaksudkan untuk mendanai pemerintah hingga 15 Januari, dan menaikkan plafon utang ke tingkat yang memungkinkan Amerika untuk meminjam dana tambahan hingga 7 Februari, mirip dengan proposal Senat.

Namun tidak seperti proposal Senat, proposal Kongres mengikut-sertakan klausul penundaan pajak bagi piranti kedokteran selama dua tahun. Pajak tersebut merupakan bagian dari UU Reformasi Layanan Kesehatan (Obamacare).

RUU versi Kongres juga tidak memperbolehkan Departemen Keuangan AS untuk menggunakan otoritas manajemen kas mereka untuk memperpanjang kapasitas untuk meminjam dana selama berbulan-bulan, yang diperbolehkan secara tentatif dalam proposal Senat.

Gedung Putih mengatakan proposal Kongres tidak realistis dan dimaksudkan hanya untuk menyenangkan golongan konservatif 'Tea Party' dalam Partai Republik yang menuntut negosiasi mengenai anggaran dikaitkan dengan UU Reformasi Layanan Kesehatan.

Bursa saham tampak tak bereaksi banyak terhadap kemelut di Washington. Indeks Dow Jones turun 28 poin, atau 0,18 persen. Indeks S&P 500 turun 1,5 poin atau 0,09 persen.
XS
SM
MD
LG