Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Bela Penyelidikan atas Bocornya Informasi Rahasia


Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Obama menilai perlunya memastikan bahwa informasi yang sifatnya rahasia tidak dibocorkan.

Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Obama menilai perlunya memastikan bahwa informasi yang sifatnya rahasia tidak dibocorkan.

Gedung Putih membela penyelidikan tersebut ketika sebagian wartawan Amerika menentang keras penyitaan secara rahasia oleh pemerintah.

Gedung Putih membela penyelidikan kriminal terhadap siapa yang mungkin telah membocorkan informasi pemerintah yang rahasia dan muncul dalam sebuah berita tentang operasi CIA di Yaman, yang menggagalkan rencana pemboman Al Qaida.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney hari Selasa mengatakan Presiden Barack Obama sangat yakin bahwa hak wartawan untuk mengejar berita-berita investigatif “tanpa kekangan”. Tetapi Jay Carney menambahkan Presiden Obama juga menilai perlunya “memastikan informasi rahasia tidak dibocorkan”.

Gedung Putih membela penyelidikan tersebut ketika sebagian wartawan Amerika menentang keras penyitaan secara rahasia oleh pemerintah, arsip-arsip pembicaraan telepon para wartawan dan editor kantor berita Associated Press atau AP selama bulan April dan Mei 2012 lalu. AP menulis berita tentang operasi Yaman pada bulan Mei 2012.

Perhimpunan Redaktur Suratkabar Amerika atau The American Society of Newspaper Editors menyebut penyadapan catatan itu “keterlaluan” dan “mengerikan”, sementaran CEO AP Gary Pruitt mengatakan “tindakan pemerintah itu tidak dapat dijustifikasi”. Kebebasan pers dijamin oleh Konstitusi Amerika.

Namun Jaksa Agung Amerika Eric Holder mengatakan bocornya berita kepada AP itu “menempatkan rakyat Amerika dalam keadaan beresiko”. Eric Holder telah mengecualikan dirinya agar tidak terlibat dalam penyidikan ini karena ia ditanyai FBI terkait kebocoran itu.
XS
SM
MD
LG