Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih Akan Pelajari Petisi Deportasi Justin Bieber


Penyanyi pop Justin Bieber tiba di kantor polisi Toronto (29/1), menyusul dugaan ia telah memukul seorang supir di kota itu.

Penyanyi pop Justin Bieber tiba di kantor polisi Toronto (29/1), menyusul dugaan ia telah memukul seorang supir di kota itu.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jay Carney mengatakan tanggapan atas petisi yang telah mengumpulkan lebih dari 200 ribu tanda tangan itu akan datang "relatif segera."

Gedung Putih akan menanggapi petisi yang meminta agar bintang pop bermasalah kelahiran Kanada, Justin Bieber, dideportasi.

Dengan lebih 234 ribu tanda tangan, dan jumlah itu bertambah terus, permintaan deportasi itu melebihi 100.000 nama petisi yang disyaratkan situs Gedung Putih bila ingin mendapat tanggapan pemerintahan Obama.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jay Carney pada Jumat (31/1) mengatakan tanggapan akan datang "relatif segera."

Bieber, usia 19, menjadi berita utama belakangan ini karena berbagai masalah yang dilaporkan ke polisi terkait serangan telur yang dilempar ke rumah tetangganya di Los Angeles dan dugaan penyalahgunaan alkohol dan narkoba.

Petisi "Kami Rakyat" yang meminta agar Bieber dipulangkan ke Kanada, mulai dibuat 23 Januari, hari ketika Bieber ditangkap di Miami atas tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk, menolak penangkapan, dan mengemudi dengan izin yang kadaluarsa.

Petisi itu menggambarkan Bieber sebagai "berbahaya, sembrono, merusak, dan menyalahgunakan obat." Disebutkan, ia tidak hanya "mengancam keselamatan" rakyat Amerika, tetapi "juga berpengaruh buruk" bagi generasi muda bangsa.

Petisi juga mengimbau agar pemerintah mencabut kartu hijau, yang memungkinkan Bieber tinggal dan bekerja di Amerika, meskipun peraih nominasi Grammy Award itu sebenarnya berada di Amerika dengan visa kerja sementara.

Bieber terkenal antara lain dengan lagu-lagu hit-nya, seperti "Baby," "Boyfriend" dan "As Long as You Love Me."

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG