Tautan-tautan Akses

Gedung Konser di Paris yang Diserang ISIS Dibuka Kembali


Penyanyi/musisi Inggris Sting tampil di gedung konser Bataclan, Paris (12/11). (Foto: Universal Music France)

Penyanyi/musisi Inggris Sting tampil di gedung konser Bataclan, Paris (12/11). (Foto: Universal Music France)

Hasil dari konser Sabtu malam itu akan diserahkan ke dua badan amal yang membantu korban yang selamat dari serangan tersebut.

Gedung konser Bataclan di Paris dibuka kembali Sabtu malam (12/11), hampir setahun setelah 130 orang tewas dan hampir 500 terluka dalam serangan terkoordinasi oleh militan Negara Islam (ISIS).

Bintang rock Sting tampil dalam konser tersebut, yang dimulai dengan aksi mengheningkan cipta satu menit untuk mengenang 90 orang yang ditembak mati di aula musik itu pada 13 November 2015.

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan dalam bulan November di delapan lokasi, termasuk gedung konser itu, kafe-kafe dan stadion sepak bola. Itu kekerasan ekstremis terburuk yang pernah melanda Perancis.

Serangan itu terjadi hanya 10 bulan setelah serangan terhadap kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris, dan mengakibatkan tiga hari perburuan terhadap tersangka. Secara total, 17 orang tewas, termasuk tiga tersangka. ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Setelah mengheningkan cipta, Sting mengatakan kepada penonton: "Malam ini kita memiliki dua tugas. Pertama, mengenang mereka yang tewas dalam serangan itu. Kemudian, merayakan kehidupan dan musik di tempat bersejarah ini."

Kantor berita Reuters melaporkan, hasil dari konser Sabtu malam itu akan diserahkan ke dua badan amal yang membantu korban yang selamat dari serangan tersebut. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG