Tautan-tautan Akses

GBK Bantah Korban Pembunuhan di Pulomas Terkait Proyek Renovasi


Pembunuhan di rumah keluarga Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, menarik perhatian luas masyarakat, karena banyaknya jumlah korban yang tewas dan luka-luka, serta tingkat kekejaman yang luar biasa. (Foto: ilustrasi)

Pembunuhan di rumah keluarga Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, menarik perhatian luas masyarakat, karena banyaknya jumlah korban yang tewas dan luka-luka, serta tingkat kekejaman yang luar biasa. (Foto: ilustrasi)

Direktur Umum Gelora Bung Karno, Bertho Darmo Poedjo Asmanto, membantah informasi yang mengatakan pengusaha Dodi Triono adalah pemenang tender atau terkait dengan tender proyek renovasi GBK yang saat ini sedang berlangsung.

Dodi Triono bersama dua putri, seorang teman putrinya dan dua supir ditemukan tewas di rumahnya di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12). Lima orang lainnya ditemukan dalam kondisi lemas karena dehidrasi dan luka-luka, dan kini dirawat di RS Kartika Pulomas.

Dodi Triono adalah pemilik perusahaan konsultan arsitektur PT. DA Internasional, yang merupakan salah satu mitra lama Gelora Bung Karno (GBK). Tetapi dalam pers release GBK yang diterima VOA Selasa sore (27/12) dinyatakan “terkait pemberitaan yang menyebut bahwa Ir. Dodi Triono adalah pemegang tender proyek renovasi SUGBK, sepanjang yang kami ketahui, almarhum tidak ada hubungan kerja langsung dalam proyek dimaksud”.

Namun GBK mengakui bahwa Dodi Triono adalah salah satu mitra kerja lama, yang berencana mengembangkan sebagian kawasan GBK yang tidak terkait langsung dengan pekerjaan renovasi GBK dalam rangka Asian Games 2018.

Pembunuhan di rumah keluarga Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, menarik perhatian luas masyarakat, karena banyaknya jumlah korban yang tewas dan luka-luka, serta tingkat kekejaman yang luar biasa.

Berdasarkan keterangan sementara saksi mata, sedikitnya dua pelaku mengunci 11 korban di dalam sebuah kamar mandi tertutup berukuran 1,5 X 1,5 meter yang tidak dilengkapi jendela. Beberapa korban sempat dilukai terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam kamar mandi itu.

Upaya kesebelas korban meminta pertolongan sia-sia, karena letak kamar mandi yang berada di bagian belakang rumah yang berukuran sangat besar. Korban dikunci sejak Senin sore (26/12) hingga Selasa pagi (27/12), ketika teman seorang anak korban datang ke rumah itu dan curiga dengan kondisi di dalam rumah. Ia segera meminta bantuan para tetangga, yang kemudian mengontak polisi.

Enam korban yang meninggal dalam peristiwa ini adalah pemilik rumah Dodi Triono (59), kedua putri Dodi: Diona Arika (16) dan Dianita Gemma (9), teman Gemma: Amel (9), dan dua supir Dodi: Yanto dan Tasrok (40).

Lima korban yang selamat adalah anak Dodi: Zanette Kalila Azaria (13), tiga pembantu rumah tangga yaitu Emi (41), Fitriani (23) dan Windy (23), serta pengurus anak: Santi (22). Zanetta belum bisa memberi banyak keterangan kepada aparat, selain karena masih mengalami trauma, ia adalah seorang tuna rungu. (em)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG