Tautan-tautan Akses

Gambar Online Tunjukkan ISIS Bunuh Seorang Warga Kroasia


Foto dari video militan yang dipasang di situs media sosial pada 5 Agustus 2015, menunjukkan seorang militan yang berdiri di samping seorang pria lainnya yang menyebutkan identitas dirinya sebagai seorang warga Kroasia berusia 30 tahun, Tomislav Salopek.

Foto dari video militan yang dipasang di situs media sosial pada 5 Agustus 2015, menunjukkan seorang militan yang berdiri di samping seorang pria lainnya yang menyebutkan identitas dirinya sebagai seorang warga Kroasia berusia 30 tahun, Tomislav Salopek.

Sebuah gambar yang beredar online hari Rabu (12/8) menunjukkan seorang tawanan ISIS cabang Mesir yang merupakan warga Kroasia dipenggal.

Foto tersebut, disebarkan oleh simpatisan ISIS di media sosial, menunjukkan tubuh Tomislav Salopek, seorang pria berusia 30 tahun yang sudah menikah dan merupakan ayah dua anak, mengenakan pakaian berwarna beige seperti di video sebelumnya. Bendera hitam yang digunakan oleh kelompok ISIS dan sebuah pisau ditanam di pasir di sampingnya.

Foto yang diiringi keterangan gambar berbahasa Arab yang menyebutkan Salopek dibunuh "karena partisipasi negara ini terhadap perang melawan ISIS," dan setelah tenggat waktu yang diberikan kepada pemerintah Mesir untuk memenuhi permintaan ISIS telah lewat.

Tenggat waktu Jumat

Pemenggalan ini terjadi setelah cabang ISIS menetapkan hari Jumat sebagai tenggat waktu bagi pemerintah Mesir untuk membebeaskan "perempuan Muslim," sebuah istilah yang mengacu pada tahanan perempuan Islamis yang dipenjara setelah penggulingan militer presiden Islamis pada tahun 2013.

Foto ini juga menampilkan bagian laporan dua surat kabar Mesir, dengan satu judul yang menyatakan dukungan Kroasia terhadap perang melawan terorisme dan ekstremisme dan satu judul lagi menyebutkan Kroasia menegaskan dukungannya untuk kawasan Kurdistan.

Tidak ada komentar resmi

Pejabat Kementerian Luar Negeri Mesir tidak segera mengeluarkan komentar untuk kejadian ini. Seorang pejabat di Kedutaan Besar Kroasia di Kairo yang menolak disebutkan namanya mengatakan kedutaan juga tidak bisa berkomentar tentang insiden tersebut.

Kelompok ISIS menguasai sekitar sepertiga bagian Irak dan negara tetangganya Suriah dalam "kekhalifahan" mereka. Di Suriah, militan ISIS telah membunuh wartawan-wartawan asing dan pekerja kemanusiaan, dimulai dari wartawan Amerika James Foley pada bulan Agustus tahun lalu.

Rekaman pemenggalan Foley diikuti oleh pembunuhan wartawan Amerika-Israel Steven Sotloff, pekerja bantuan kemanusiaan Inggris David Haines dan Alan Henning, pekerja bantuan kemanusiaan Peter Kassig, dan juga warga Jepang Haruna Yukawa dan Kenji Goto.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG