Tautan-tautan Akses

Gagal Atasi Kebocoran, Tiongkok Minta ConocoPhillips Hentikan Pemboran Minyak


Fasilitas pengeboran minyak lepas pantai milik perusahaan Tiongkok (CNOOC) di Teluk Bohai, yang bekerjasama dengan ConocoPhillips (foto: dok.).

Fasilitas pengeboran minyak lepas pantai milik perusahaan Tiongkok (CNOOC) di Teluk Bohai, yang bekerjasama dengan ConocoPhillips (foto: dok.).

Tiongkok menuduh perusahaan minyak Amerika itu tidak tuntas dalam menyumbat kebocoran di salah satu ladang minyak terbesarnya.

Tiongkok memerintahkan agar sebuah perusahaan minyak berbasis di Amerika menghentikan pemboran di salah satu ladang minyak terbesar Tiongkok setelah menuduh perusahaan itu tidak tuntas dalam menyumbat kebocoran.

Dinas Kelautan Tiongkok pada hari Jumat mengatakan kepada ConocoPhillips agar menghentikan produksi di ladang minyak Penglai 19-3 di Teluk Bohai. Dikatakan, upaya perusahaan itu memperbaiki kebocoran yang pertama dideteksi bulan Juni tidak tuntas.

ConocoPhillips mengoperasikan anjungan di Penglai 19-3 bersama CNOOC, perusahaan pengeboran lepas pantai terbesar Tiongkok. Tiongkok memberikan waktu hingga tanggal 31 Agustus untuk menyumbat kebocoran itu.

Kebocoran itu menumpahkan sekitar 3.200 barel minyak dan cairan ke Teluk Bohai, yang menyebar ke pantai provinsi Hebei dan Liaoning.

Hari Rabu ConocoPhillips menyerahkan laporan kepada pemerintah Tiongkok, menyatakan bahwa tumpahan minyak sudah dibersihkan dan alat sudah dipasang untuk mengumpulkan minyak dan cairan pemboran yang tersisa. Para pejabat Tiongkok mengatakan, pemantauan dengan satelit dan robot bawah air menunjukkan bahwa minyak dan cairan terus merembes keluar.

XS
SM
MD
LG