Tautan-tautan Akses

G-20 Sepakat Beri India dan Tiongkok Suara Lebih Besar dalam IMF


Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G-20 dalam pertemuan di Gyeongju, Korea Selatan.

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G-20 dalam pertemuan di Gyeongju, Korea Selatan.

Tiongkok dan India akan mengambil tempat di antara 10 pemegang saham terbesar dengan pengalihan 5 persen suara IMF.

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara yang perekonomiannya terkemuka di dunia hari ini telah mencapai persetujuan untuk memberi negara-negara dengan perekonomian yang mulai bangkit hak suara yang lebih besar dalam Dana Moneter Internasional (IMF).

Persetujuan itu diumumkan hari Sabtu pada hari terakhir pertemuan 2 hari Kelompok 20 (G-20) di Gyeongju, Korea Selatan.

Berdasarkan persetujuan itu, kira-kira 5 persen dari hak suara dalam IMF akan dialihkan, dan negara-negara seperti Tiongkok dan India akan mengambil tempat mereka diantara 10 pemegang saham terbesar.

Direktur pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn mengatakan kepada wartawan bahwa Eropa telah setuju untuk melepaskan dua kursi mereka dalam dewan yang beranggotakan 24 orang itu.

Mengenai isu lain, para delegasi G-20 gagal menetapkan sasaran bagi sebuah metode global untuk menyeimbangkan nilai mata uang. Para pejabat keuangan G-20 gagal menyepakati kalimat yang lebih tegas dalam pernyataan akhir untuk mendorong negara-negara berkembang melakukan apresiasi (memperkuat) nilai tukar mata uang mereka.

Diskusi G-20 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meredam sengketa atas kebijakan nilai mata uang yang menurut para pengritik telah menyebabkan beberapa negara mengekspor barang jauh lebih banyak dari yang mereka impor. Beberapa ekonom mengatakan, ketidakseimbangan perdagangan ini meningkatkan pengangguran di negara-negara dengan defisit perdagangan besar, termasuk Amerika Serikat.


XS
SM
MD
LG