Tautan-tautan Akses

Freeport: Unit Indonesia Mungkin Perlu Deklarasikan Force Majeure


Para pekerja di tambang Freeport Indonesia di Mimika, Papua. (Foto: Dok)

Para pekerja di tambang Freeport Indonesia di Mimika, Papua. (Foto: Dok)

Para eksekutif dari Freeport dan Newmont telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah selama berminggu-minggu mengenai pajak dan pembangunan smelter.

Freeport-McMoRan Copper & Gold mengatakan unit di Indonesia mungkin perlu mendeklarasikan status 'force majeure' atau keadaan memaksa untuk penjualan konsentrat tembaga jika sengketa dengan pemerintah mengenai pajak-pajak ekspor berlangsung lama.

Freeport dan sesama perusahaan tambang AS Newmont Mining Corp telah menolak membayar kenaikan pajak ekspor yang diperkenalkan bulan lalu sebagai bagian dari paket aturan-aturan penambangan baru yang bertujuan memaksa penambang membangun 'smelter' atau pabrik pengolahan dan memproses bahan mentah di Indonesia.

Freeport telah mengurangi produksi tembaga di tambang tembaga terbesar kelima di Papua, dan tempat penggilingan di dekatnya beroperasi dengan setengah dari kapasitas normalnya. Perusahaan belum mengekspor konsentrat tembaga sejak pertengahan Januari.

"Jika PT-FI (PT Freeport Indonesia) tidak dapat melanjutkan operasi normalnya untuk periode lama, kami berencana mempertimbangkan aksi-aksi selanjutnya, termasuk membatasi biaya-biaya operasi, menangguhkan belanja modal dan memberlakukan pengurangan tenaga kerja," ujar perusahaan tersebut dalam pernyataan tertanggal 27 Februari.

"PT-FI muntkin akan harus mendeklarasikan force majeure di bawah perjanjian penjualan konsentratnya."

Para eksekutif dari Freeport dan Newmont, yang bersama-bersama memproduksi hampir semua tembaga di Indonesia, telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah selama berminggu-minggu mengenai pajak dan pembangunan smelter.

Sebuah terobosan sepertinya dicapai Senin, ketika pemerintah Indonesia mengisyaratkan kesiapan untuk melonggarkan pajak ekspor pada perusahaan-perusahaan yang membuktikan mereka serius membangun smelter di Indonesia. (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG