Tautan-tautan Akses

Freedom House: Kebebasan Pers di Dunia Turun


Para demonstran di Quito, Ekuador memprotes penutupan stasiun TV lokal 'Teleamazonas' oleh pemerintah Ekuador (foto: dok). Kebebasan pers anjlok ke tingkat terendah tahun ini.

Para demonstran di Quito, Ekuador memprotes penutupan stasiun TV lokal 'Teleamazonas' oleh pemerintah Ekuador (foto: dok). Kebebasan pers anjlok ke tingkat terendah tahun ini.

Kelompok HAM Amerika, “Freedom House” mengatakan, jumlah warga dunia yang menikmati kebebasan pers penuh telah anjlok ke tingkat terendah dalam satu dekade lebih.

Sebuah kelompok HAM terkemuka yang berkantor di Amerika “Freedom House” mengatakan, jumlah orang yang tinggal di lingkungan dengan kebebasan pers penuh telah anjlok ke tingkat terendah dalam lebih dari sepuluh tahun.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan hari Rabu, “Freedom House” menyalahkan penurunan drastis itu pada pembatasan dramatis media baru di Mali – negara yang dikoyak perang di Afrika Barat – serta pemberlakuan aturan-aturan baru di Yunani dan beberapa bagian di Amerika Latin.

Laporan “Freedom of the Press 2013” mengatakan para analis terus melihat “peningkatan upaya” pemerintah otoriter di seluruh dunia untuk memberlakukan peraturan “sangat ketat” atas dialog politik yang terbuka.

Laporan ini mengaitkan upaya-upaya penumpasan terhadap demonstran-demonstran anti pemerintah sejak dimulainya pergolakan di dunia Arab.

Dokumen “Freedom House” juga menyebut peningkatan tekanan terhadap “wartawan dadakan” atau “citizen journalist” yang menggunakan piranti media sosial yang modern – termasuk mikro-blog, jaringan sosial dan telefon seluler.

Laporan itu mengatakan langkah-langkah tekanan yang dilakukan pemerintah otoriter itu mencakup penahanan para blogger dan pemblokiran isi situs dan layanan SMS pada masa kerusuhan politik.
XS
SM
MD
LG