Tautan-tautan Akses

Fokus Pencarian Pesawat Malaysia Diarahkan pada Kokpit


Sebuah perahu milik Angkatan Laut India membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines di Laut Andaman (16/3).

Sebuah perahu milik Angkatan Laut India membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines di Laut Andaman (16/3).

Polisi Malaysia telah menggeledah rumah kedua pilot dan sedang mempelajari simulator penerbangan lengkap yang diambil dari rumah salah seorang pilot tersebut.

Seorang pejabat senior Malaysia mengatakan sebagian sistem signal pesawat Malaysia Airlines yang hilang telah dimatikan sebelum pilot berkomunikasi dengan menara pengawas, tanpa mengindikasikan ada masalah apapun.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammudin Hussein hari Minggu (16/3) mengatakan kata-kata terakhir dari kokpit itu disampaikan kepada para petugas menara pengawas Malaysia setelah sebagian sistem data komunikasi pesawat itu dimatikan.

Pilot tidak menyebut masalah apapun di atas pesawat, menunjukkan bahwa mereka mungkin telah menyesatkan petugas menara pengawas atau bertindak di bawah tekanan seseorang yang tahu bentuk tentang teknologi penerbangan.

Perkembangan ini bisa membantu tim penyelidik menentukan mengapa pesawat mengubah arah dari rute yang direncanakan dan menghilang dari layar radar lebih dari satu minggu bersama ke-239 penumpang di dalamnya.

Polisi telah menggeledah rumah kedua pilot dan sedang mempelajari simulator penerbangan lengkap yang diambil dari rumah salah seorang pilot tersebut. Pihak berwenang juga menginterogasi para ahli teknik yang mungkin telah melakukan kontak dengan pesawat itu sebelum lepas landas dari Kuala Lumpur.

Dalam perkembangan lainnya Malaysia memohon koordinasi internasional untuk mencari pesawat yang hilang tersebut, yang diperluas ke sepanjang dua koridor – dari Laut Kaspia ke Samudra India bagian selatan.

Pejabat-pejabat Malaysia mengatakan jumlah negara yang terlibat dalam pencarian itu telah bertambah menjadi 25 negara setelah pesawat itu dinyatakan mungkin telah diterbangkan ke beberapa negara lain, bahkan hingga ke Asia Tengah.

Pihak berwenang menyampaikan penjelasan singkat kepada misi pencari dari ke-25 negara itu tentang perkembangan penyelidikan, setelah membatalkan pencarian di Laut China Selatan, menandai tahap diplomatik baru dalam operasi pencarian yang tampaknya akan tergantung pada saling tukar informasi sensitif seperti data radar militer.

Penyelidikan kriminal berskala penuh itu didorong oleh pernyataan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hari Sabtu, bahwa “ada keyakinan besar” bahwa seseorang yang tahu betul tentang teknologi penerbangan telah dengan sengaja mematikan sistem komunikasi pesawat tersebut.

PM Najib Razak mengatakan sistem terakhir dimatikan hanya beberapa saat sebelum pesawat itu berputar arah, jauh dari jalur penerbangan sesungguhnya. PM Najib Razak tidak mengatakan pesawat itu dibajak dan menambahkan tim penyelidik sedang memeriksa seluruh skenario.

Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 kini meliputi Kazakhstan hingga ke Samudera India bagian selatan. Tim penyelidik mengatakan pesawat itu memiliki cukup bahan bakar untuk terbang selama beberapa jam setelah menghilang dari radar pada tanggal 8 Maret lalu.

Pihak berwenang juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa pesawat itu telah mendarat di suatu lokasi yang belum diketahui ketika sejumlah signyal satelit dikirim.

Pesawat Boeing 777 itu sedang melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing ketika menghilang. Sekitar dua per tiga dari penumpang adalah warga negara China. Ada pula penumpang yang berasal dari Eropa dan Amerika.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG