Tautan-tautan Akses

Fluktuasi Saham Mulai Mereda di China, Asia


Para investor melihat layar-layar komputer yang menunjukkan informasi saham di sebuah tempat pialang saham di Shanghai, China (8/7). (Reuters/Aly Song)

Para investor melihat layar-layar komputer yang menunjukkan informasi saham di sebuah tempat pialang saham di Shanghai, China (8/7). (Reuters/Aly Song)

Pergerakan mulai menuju arah positif setelah Beijing mengumumkan beberapa langkah baru untuk menenangkan penurunan tiga minggu itu.

Harga-harga saham di China naik turun hari Kamis (9/7), tetapi menuju ke arah positif setelah Beijing mengumumkan beberapa langkah baru untuk menenangkan penurunan tiga minggu itu.

Indeks Shanghai jatuh 3,5 persen setelah perdagangan mulai, tetapi kemudian pulih ke kisaran positif menjelang tengah hari. Hong Kong juga jatuh pada waktu bursa buka, kemudian naik hampir 3 persen.

Para investor di daratan China telah menjual saham dengan laju yang cepat dalam beberapa hari ini, yang turut menyebabkan penurunan yang telah melenyapkan kira-kira 30 persen nilai pasar sejak pertengahan Juni.

Pihak berwenang Tiongkok yang mengawasi perdagangan saham dan obligasi mengambil langkah luar biasa hari Kamis yang melarang pemegang saham yang besar menjual saham mereka dalam enam bulan mendatang.

Kantor berita Xinhua mengatakan polisi juga akan memulai penyelidikan “penjualan cepat yang jahat,” pengaturan transaksi yang rumit yang memungkinkan investor memperoleh keuntungan dari harga-harga saham yang turun.

Kira-kira 1.400 perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa daratan China, atau kira-kira 40 persen dari pasar, telah menghentikan transaksi saham mereka dalam usaha untuk melindungi saham mereka dari penjualan besar-besaran.

Kejatuhan pasaran saham China, yang ditambah dengan krisis hutang Yunani, menggetarkan investor di seluruh dunia. Kira-kira tengah hari, perdagangan mereda di Tokyo, Seoul dan Sydney.

XS
SM
MD
LG