Tautan-tautan Akses

Film Swedia Soroti Tantangan Pengendara Sepeda di Kota-Kota Besar


Dari kiri ke kanan: produser 'Bikes vs Cars' Chris Paine, produser 'Bikes vs Cars' Margarete Jangard, Vina Mubtadi (VOA), dan Direktur Eksekutif Festival Film Lingkungan DC Stephanie Flack pada acara Pembukaan Festival Film Lingkungan Washington DC (VOA/V

Dari kiri ke kanan: produser 'Bikes vs Cars' Chris Paine, produser 'Bikes vs Cars' Margarete Jangard, Vina Mubtadi (VOA), dan Direktur Eksekutif Festival Film Lingkungan DC Stephanie Flack pada acara Pembukaan Festival Film Lingkungan Washington DC (VOA/V

Film dokumenter Swedia “Bikes vs Cars” menyoroti berbagai tantangan yang dialami pengendara sepeda di beberapa kota yang sebagian besar jalannya didominasi mobil.

Film “Bikes vs Cars” membuka Festival Film Lingkungan di kota Washington DC yang diadakan baru-baru ini.

Salah seorang produsernya, Chris Paine, mengatakan kepada VOA film dokumenternya berupaya menunjukkan tantangan yang dialami banyak pengendara sepeda di beberapa kota besar di dunia.

“Masalahnya, dunia ini sekarang dipenuhi kemacetan dimana-mana. Mobil seharusnya membawa kita lebih cepat ke tujuan, tapi sekarang tidak bisa bergerak karena macet. Kalau kamu perhatikan, di tengah kemacetan, sepeda justru bisa lewat. Masalahnya jalur sepeda sekarang jalur sepeda tidak seaman dulu. Kalau saja jalan lebih aman bagi pesepeda di Kuala Lumpur, Jakarta atau Los Angeles, lebih banyak orang akan naik sepeda. Itu berdampak baik bagi lingkungan dan kita juga bisa menerobos kemacetan,” tutur Paine.

Film ini memperlihatkan bagaimana perencanaan infrastruktur atau pembangunan jalan di sejumlah kota hanya mempertimbangkan mobil, dan kurang memperhatikan pengguna jalan lainnya.

Produser asal Swedia, Margarete Jangard, yang juga seorang pesepeda menjelaskan, “Bukannya kita ingin mobil ditiadakan, tetapi sebaiknya seimbang, dan mempertimbangkan tata kota, maka mobil dan sepeda bisa beriringan. Karena itu kita perlu ada diskusi mengenai perencanaan tata kota.”

Film “Bikes vs Cars” disambut baik oleh para penonton yang sebagian diantaranye merupakan pesepeda. Rennee, seorang pesepeda di Washington DC, merasa film tersebut mengungkapkan isi hatinya.

“Sangat membuka wawasan dan mengangkat isu nyata yang terjadi di sini, Meksiko, Indonesia, dan negara-negara lain. Masalahnya juga semakin pelik,” ujar Rennee.

Para produser “Bikes vs Cars” mengatakan mereka ingin memicu diskusi agar hak-hak pengendara mobil dan sepeda sama-sama dihormati.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG