Tautan-tautan Akses

Film-Film Sekuel Dongkrak Pemasukan Box Office Musim Panas


Aktor Chris Pratt pada acara promosi film 'Jurassic World' di Berlin, Jerman.

Aktor Chris Pratt pada acara promosi film 'Jurassic World' di Berlin, Jerman.

Akhir pekan ini, penggemar film AS akan mulai menonton "Jurassic World" (keluaran Universal Pictures) yang diputar perdana. Film sarat efek khusus ini mengisahkan 22 tahun sejak kejadian yang ditampilkan dalam film "Jurassic Park", film arahan Steven Spielberg yang menceritakan kembali novel karya Michael Crighton mengenai taman margasatwa yang dihuni dinosaurus hasil rekayasa genetika.

"Jurassic World" hanyalah salah satu dari film sekuel yang dirilis tahun ini. Dengan banyaknya film sekuel, reboot atau reka ulang, dan juga film dalam waralaba yang sudah sukses, banyak penonton mengeluh, Hollywood sekarang sudah tidak banyak menggali ide orisinil lagi. Tetapi menurut analis, dengan film sejenis inilah produser bisa memaksimalkan pemasukan box office.

Musim panas seperti sekarang ini (sekitar Juni hingga September di AS) adalah saatnya studio-studio film merilis film-film layar lebar andalan, memanfaatkan musim liburan sekolah anak. Pengamat perfilman Paul Dergarabedian dari Rentrak memperkirakan pemasukan box office musim panas 2015 akan memecahkan rekor.

'Avengers: Age of Ultron'

'Avengers: Age of Ultron'

"Begitu banyak film franchise utama yang diluncurkan", kata Dergarabedian, "Dan juga film orisinil. Perpaduan antara kedua jenis film akan menarik lebih banyak penggemar film ke bioskop-bioskop"

Ia memperkirakan, bisa jadi box office musim panas 2015 untuk pertama kalinya melebihi $5 miliar (sekitar Rp 66 triliun). Musim panas 2013 lalu pemasukan film layar lebar Hollywood mencapai $4,75 miliar (Rp 63 triliun) yang merupakan rekor sepanjang sejarah. Tetapi pada 2014, angkanya melemah ke $4,058 miliar (Rp 54 triliun) atau turun 15 persen.

Banyaknya sekuel seperti "Jurassic World", "Avengers: Age of Ultron" (Walt Disney Pictures), serta "Mission: Impossible - Rogue Nation" (Paramount Pictures) didasari keinginan memaksimalkan pemasukan box office dan mengurangi resiko rugi.

"Penonton film merasa sangat lebih nyaman mengeluarkan uang hasil jerih payah mereka untuk film yang telah mereka kenal dan sukai", kata Dergarabedian. Katanya, dengan film sekuel orang sudah mengenal kurang lebih gambaran cerita film, alur cerita dan juga tokoh-tokoh dalam film tersebut.

Termasuk di antaranya tokoh 'robot pembunuh' Terminator yang akan kembali diperankan aktor yang juga mantan gubernur California, Arnold Schwarzenegger dalam "Terminator Genisys" (Paramount Pictures) yang diputar perdana di AS bulan Juli depan.


Bila pun sebuah film berasal dari franchise yang telah sukses, atau merupakan film sekuel, bila film itu sendiri tidak digarap serius nasibnya di box office tidak terjamin.

Menurut Dergarabedian, faktor promosi atau rekomendasi dari resensi film tidak akan mengangkat pemasukan sebuah film bila ternyata penonton tidak suka, atau kecewa setelah menonton.

Ia menjelaskan, "Bila filmnya sendiri jelek, maka pemasukan box office-nya turun. Ini 'seleksi alam' a la teori Darwin di box office. Bila filmnya tidak sesuai harapan akan gagal. Dengan banyaknya hiburan di layar TV dan tablet sebagai alternatif pengalaman menonton di bioskop harus benar-benar berkesan bagi penonton"

Tetapi kalau sebuah film ternyata gagal di bioskop-bioskop AS, bukan berarti film tersebut akan rugi. Sekitar 70 persen pemasukan film Hollywood biasanya diperoleh dari penjualan tiket di luar AS dan Kanada. Dan selera penonton film AS dan Kanada, bisa jadi berbeda dengan penonton film di negara-negara lain.

XS
SM
MD
LG