Tautan-tautan Akses

Film Dokumenter Pengungsi Sudan: Musik Bantu Selamatkan Nyawa


Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA)

Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA)

Tahun 2012, sineas Sudan Hajooj Kuka membuat film dokumenter tentang para pengungsi perang saudara di wilayah Nil Biru dan Pegunungan Nuba di Sudan. Yang ditemukannya mengejutkan: musik membantu menyelamatkan orang-orang dari serangan bom yang dilancarkan pemerintah mereka sendiri.

Sineas Hajooj Kuka bekerja selama dua tahun di zona-zona perang saudara, di tengah orang-orang yang kehilangan tempat tinggal di negara asalnya Sudan untuk membuat film dokumenter baru, Beats of the Antonov. Judul itu merujuk pada dua irama: salah satunya adalah irama musik yang dimainkan para pengungsi di kamp mereka.

“Itu merupakan musik yang indah, kreatif, dan menenangkan batin, karena mereka semua berkumpul dan menari, memainkan musik, dan musik itu mempersatukan mereka sebagai komunitas serta membahagiakan mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan para pemainnya selalu menciptakan lagu-lagu baru, mengenai pengalaman mereka memainkan alat-alat musik yang terbuat dari barang-barang bekas seperti piring dan tali rem motor.

“Mereka lari menyelamatkan diri tanpa membawa apapun. Kalau kita berusaha menyelamatkan diri, tentu tidak akan terpikir untuk membawa alat musik. Karena itu mereka merakit sendiri alat-alat musik yang terbuat dari barang-barang yang ditemukan di kamp,” tambahnya.

“Irama” lain yang dimaksud dalam Beats of the Antonov adalah irama kematian; bom-bom rumpun yang dijatuhkan di wilayah Nil Biru dan Nuba di bagian selatan oleh pemerintah Sudan, dengan menggunakan pesawat-pesawat Antonov buatan uni Soviet. Di sekitar kamp, para pemuda begadang semalaman dan bermain musik sambil mengawasi datangnya pesawat.

“Ada beberapa kelompok yang bermain musik sampai pagi. Apabila mereka mendengar suara bom, mereka langsung membangunkan semua orang,” ujar Kuka.

Kuka mengatakan perang saudara Sudan berawal dari pemerintah yang memaksakan identitas nasional Islam-Arab di seluruh Sudan, meskipun di negara itu terdapat 57 suku dan 150 bahasa yang berbeda.

“Sudan menjadi kasus ekstrem dimana ada banyak orang yang terpinggirkan, dan tidak sepenuhnya bisa menjadiseperti orang Arab. Dan solusinya tidak sederhana, maka itu perlu diskusi untuk membahasnya. Solusinya adalah menciptakan Sudan yang mengakui ke-57 suku itu sebagai bagian dari Sudan,” tambahnya lagi.

Kuka mengatakan dia merasa perang melawan warga sipil Sudan yang berkulit lebih hitam di sebelah selatan hanya akan berakhir apabila Presiden Omar al-Bashir ditangkap sebagai penjahat perang. Jika tidak, harapan akan perdamaian sangat tipis. Beats of the Antonov memenangkan People's Choice Awards dalam Festival Film Internasional Toronto, dan akan ditayangkan dalam program “POV” lewat saluran televisi publik AS pada bulan Agustus.

XS
SM
MD
LG