Tautan-tautan Akses

Filipina Tuding China Berusaha Kuasai Kawasan Lain di Spratly


Suasana matahari terbenam di kota nelayan Masinloc, Filipina (Foto: dok).

Suasana matahari terbenam di kota nelayan Masinloc, Filipina (Foto: dok).

Eugenio Bito-onon Jr., walikota sebuah kawasan yang diklaim Filipina di kepulauan Spratly mengatakan, ia melihat kapal-kapal China itu di atol Jackson selama dua hari berturut-turut pekan lalu, sewaktu melakukan penerbangan di atas kawasan itu.

Seorang pejabat Filipina mengatakan Rabu (2/3), ia baru-baru ini melihat lima kapal yang diduga milik pasukan pengawal pantai atau angkatan laut China di sebuah atol (kumpulan terumbu karang dalam bentuk melingkar) di Laut China Selatan. Ia mengkhawatirkan Beijing akan berusaha menguasai sebuah kawasan lain yang sering dikunjungi nelayan-nelayan dari Filipina, Vietnam, dan Malaysia.

Eugenio Bito-onon Jr., walikota sebuah kawasan yang diklaim Filipina di Kepulauan Spratly mengatakan, ia melihat kapal-kapal China itu di atol Jackson selama dua hari berturut-turut pekan lalu, sewaktu melakukan penerbangan di atas kawasan itu.

Bito-onon mengatakan, kapal-kapal pemerintah China itu sebelumnya belum pernah ditempatkan di atol yang dinamakan Quirino oleh Filpina.

Atol Jackson terletak beberapa kilometer dari karang Mischief yang diklaim Filipina namun diduduki China pada 1995 dan diubah menjadi sebuah pulau yang tampak seperti landasan pacu pesawat. Atol itu terletak di antara propinsi Palawan, Filipina Barat, dan Pulau Titu, yang diduduki Filipina di Spratly.

Departemen Luar Negeri Filipina sedang berusaha mengecek kebenaran laporan mengenai keberadaan kapal-kapal China itu dan laporan suratkabar Philippine Star yang mengatakan kapal-kapal China itu melarang nelayan-nelayan Filipina mendekati kawasan itu. Sejauh ini belum ada tanggapan dari Kedubes China mengenai laporan itu. [ab/as]

XS
SM
MD
LG