Tautan-tautan Akses

Filipina Menginginkan Lukisan Marcos Kembali


Vilma Bautista (tengah), mantan sekertaris ibu negara Filipina Imelda Marcos, tersenyum setelah putusan pengadilannya dibacakan di Mahkamah Agung Manhattan di New York.

Vilma Bautista (tengah), mantan sekertaris ibu negara Filipina Imelda Marcos, tersenyum setelah putusan pengadilannya dibacakan di Mahkamah Agung Manhattan di New York.

Vilma Bautista, 75, dulunya sekertaris istri mantan diktator Filipina yang sangat berkuasa Ferdinand Marcos, hari Senin dihukum enam tahun penjara di New York karena berkomplot untuk menjual karya seni yang dulunya milik mantan ibu negara tersebut.

Filipina berusaha mendapatkan kembali tiga lukisan, termasuk satu lukisan karya pelukis impresionis Claude Monet, yang menyebabkan seorang asisten Imelda Marcos dipenjara di Amerika karena mencoba menjualnya.

Vilma Bautista, 75, dulunya sekertaris istri mantan diktator Filipina yang sangat berkuasa Ferdinand Marcos, hari Senin dihukum enam tahun penjara di New York karena berkomplot untuk menjual karya seni yang dulunya milik mantan ibu negara tersebut.

Salah satu karya seni yang berhasil dijual Bautista adalah “Le Bassin aux Nympheas” karya Monet, dari seri lily air terkenalnya, seharga $32 juta.

Lukisan tersebut tidak bisa didapatkan kembali namun Filipina bertekad mendapatkan tiga lukisan lain yang belum terjual yang masih berada di tangan Bautista: satu lukisan karya Monet lainnya, “L'Eglise et La Seine a Vetheuil,” lukisan karya Alfred Sisley “Langland Bay” dan lukisan karya Albert Marquet “Le Cypres de Djenan Sidi Said”.

“Kami menginginkan ketiga lukisan ini kembali,” Andres Bautista ketua Presidential Commission on Good Government, mengatakan pada reporter di Manila.

“Kami akan mendapatkan lukisan tersebut. Mereka dibeli menggunakan dana negara jadi lukisan tersebut milik rakyat Filipina,” ujarnya.

Andres Bautista tidak mempunyai hubungan darah dengan Vilma Bautista.

Andres Bautista mengatakan pemerintah akan mengajukan kasus perdata di New York untuk mendapatkan kembali lukisan-lukisan tersebut. Ia tidak memberitahu nilai lukisan tersebut.

Bautista mengepalai sebuah instansi yang pada tahun 1986 ditugasi mendapatkan kembali kekayaan haram keluarga Marcos dan kroninya sebesar $10 miliar. Ia mengatakan sekitar 150 karya seni sedang dicari.

“Kita butuh waktu untuk melakukan ini, bahkan mungkin seumur hidup,” katanya.

Vilma Bautista dihukum pada bulan November untuk konspirasi dan penipuan pajak terkait penjualan atau percobaan penjualan empat lukisan berkualitas museum yang dibeli oleh Marcos selama suaminya menjabat menjadi presiden Filipina selama dua dekade.

Karya seni tersebut hilang sekitar 1986, ketika Marcos digulingkan. Ia meninggal tiga tahun kemudian di Hawaii.

Bautista menjual lukisan Monet “Le Bassin aux Nympheas” sejumlah $32 juta pada sebuah galeri di London.

Imelda Marcos, 84, didakwa atas kejahatan perdata dan pidana, tapi tidak pernah dipenjara walaupun banyak bukti kekayaan yang dikumpulkannya saat suaminya berkuasa selama periode 1965-1986, dalam bentuk koleksi sepatu desainernya.

Ia seorang anggota kongres dan membantah bahwa kekayaan keluarganya didapatkan dengan cara haram.
XS
SM
MD
LG