Tautan-tautan Akses

Filipina Jadwalkan Penguburan Massal Korban Banjir di Mindanao


Seorang ayah menangis setelah menemukan salah seorang anaknya termasuk korban tewas topan Washi di kota Cagayan de Oro, Filipina selatan (17/12).

Seorang ayah menangis setelah menemukan salah seorang anaknya termasuk korban tewas topan Washi di kota Cagayan de Oro, Filipina selatan (17/12).

Angka korban tewas terakhir adalah 927 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sementara 800 lainnya masih hilang.

Pejabat-pejabat Filipina hari Senin mengatakan mereka mempersiapkan penguburan massal bagi ratusan orang yang tewas ketika banjir bandang melanda dua kota di pulau Mindanao akhir pekan lalu.

Mereka mengatakan penguburan massal, yang dimulai hari Selasa, perlu karena alasan kesehatan meskipun ada keberatan dari beberapa keluarga korban tewas. Badan penanggulangan bencana Filipina mengatakan angka korban tewas terakhir adalah 927 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Angka orang hilang diperkirakan hingga 800.

Tim-tim penyelamat dengan menggunakan perahu karet, masih terus berusaha mencari 800 orang korban yang hilang.

Kebanyakan usaha penyelamatan dilakukan di darat, tapi kata para pejabat tim-tim pencari yang menggunakan kapal-kapal kecil berhasil menyelamatkan beberapa orang yang terkatung-katung di lepas pantai.

Ribuan tentara dan polisi ikut dalam usaha pencarian dan penyelamatan yang dipersulit oleh jalan-jalan yang putus dan tiadanya aliran listrik.

Sekretaris-jenderal palang merah Filipina Gwen Pang kemarin mengatakan, banyak dari mayat yang ditemukan belum diambil oleh keluarganya hampir 24 jam kemudian, sehingga diperkirakan seluruh anggota keluarga itu tewas dalam banjir dan tanah longsor.

Lawrence Cruz, walikota kota Iligan yang terkena paling parah, mengatakan pihak berwenang khawatir akan ancaman kesehatan akibat mayat-mayat yang mulai membusuk. Ia mengatakan penguburan massal tersebut dilakukan atas imbauan dari para pejabat kesehatan kota.

XS
SM
MD
LG