Tautan-tautan Akses

Filipina Gagalkan Rencana Pemboman di Bandara Manila


Seorang polisi bandara dan seekor anjing pelacak berpatroli di Terminal 3 bandara Internasional Ninoy Aquino International di Pasay City, Manila (1/9)

Seorang polisi bandara dan seekor anjing pelacak berpatroli di Terminal 3 bandara Internasional Ninoy Aquino International di Pasay City, Manila (1/9)

Upaya pemboman, menurut aparat Filipina, terkait dengan sengketa wilayah berkepanjangan antara Filipina dan China di Laut China Selatan.

Polisi Filipina telah menangkap tiga orang yang berencana untuk melakukan serangan bom, tampaknya karena menentang apa yang mereka pandang sebagai sikap lunak Manila terhadap China.

Menteri Kehakiman Leila de Lima mengatakan ketiga pria ditangkap hari Senin dengan mobil van yang penuh bahan peledak di bandara internasional Manila, salah satu dari empat sasaran ketiga pria itu.

De Lima mengatakan ketiga pria juga merencanakan untuk menyerang kedutaan China, bersama dengan kelompok konstruksi DMCI dan SM Mall of Asia, yang keduanya dioperasikan oleh para pengusaha China-Filipina. Ia mengatakan ketiga orang itu mengklaim diri mereka adalah anggota kelompok polisi saat ini dan pada masa lalu, militer, dan orang-orang lain yang ingin membela Filipina dari yang dipandang sebagai ancaman dari China.

Nama kelompok itu, USAFFE, juga merupakan akronim yang diberikan kepada bekas Tentara Amerika Serikat di Timur Jauh yang berbasis di Manila, yang bertempur dalam Perang Dunia II. De Lima mengatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki besarnya dan kemampuan kelompok itu. Ia juga mengatakan agenda sesungguhnya kelompok itu sedang diselidiki.

Filipina dan China terlibat sengketa wilayah yang berkepanjangan di kawasan kaya energi Laut China Selatan. Kapal dari masing-masing negara yang kadang-kadang saling menembak, tetapi sejauh ini, belum ada bentrokan besar yang terjadi.

Untuk membantu menyelesaikan sengketa, Manila telah mengajukan kasus arbitrase terhadap Beijing di pengadilan PBB di Den Haag. China menolak langkah itu, mengatakan sengketa harus diselesaikan dengan negosiasi langsung.

XS
SM
MD
LG