Tautan-tautan Akses

Filipina Dorong Tanaman Cepat Panen untuk Penyintas Topan

  • Simone Orendain

Para penyintas Topan Haiyan menunggu karung berisi bantuan pangan dijatuhkan dari helikopter angkatan udara Filipina di Tolosa, provinsi Leyte di Filipina tengah (21/11). (Reuters/Erik De Castro)

Para penyintas Topan Haiyan menunggu karung berisi bantuan pangan dijatuhkan dari helikopter angkatan udara Filipina di Tolosa, provinsi Leyte di Filipina tengah (21/11). (Reuters/Erik De Castro)

Para pejabat mengatakan tanaman yang cepat panen sangat penting untuk persediaan pangan para penyintas, terlebih ketika bantuan akan habis.

Di Filipina tengah yang terkena topan, terdapat kebutuhan mendesak untuk segera menanam padi dan tanaman pangan lainnya guna menambah persediaan makanan.

Para pejabat mengatakan tanaman yang cepat panen sangat penting untuk persediaan pangan para penyintas, terlebih ketika bantuan akan habis.

Topan Haiyan telah menewaskan lebih dari 6,000 orang dan 1,800 orang masih hilang.

Angka terakhir pemerintah menunjukkan kerusakan lahan pertanian di propinsi tengah menghasilkan kerugian yang mencapai hampir US$395 juta.

Di daerah yang paling parah terkena topan, warga menggantungkan hidupnya pada pertanian dan perikanan. Para pejabat pertanian mengatakan penanaman sudah dimulai walaupun sebagian kawasan masih dibersihkan dari puing-puing karena badai.

"Tujuan utama kami adalah menghasilkan makanan. Jadi kami harus menanam tanaman yang dapat segera dipanen, untuk pangan warga. Sehingga setelah bantuan darurat dari para donor international dan pemerintah berakhir, warga bisa mandiri dan tidak kelaparan lagi,” ujar Dante Delima, Wakil Menteri dan koordinator program beras nasional pada Departemen Pertanian Filipina.

Delima mengatakan, sementara sebagian bibit sudah ditanam, pemerintah dan badan bantuan lain terus menyediakan tanaman untuk dipanen dalam waktu singkat seperti beras, jagung putih, singkong dan kacang hijau.

Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan, yang mengawasi bantuan pangan darurat dari pemerintah dan badan-badan bantuan lain, mengatakan akan menghentikan bantuan pangan darurat pada 31 Desember, dan beralih ke program bantuan lain seperti program bantuan "pangan darurat”.

Salah satu jenis pangan yang masa tanamnya penting adalah beras.

Di provinsi yang terkena paling parah yaitu Leyte dan Samar, beras siap dipanen Oktober dan November. Lalu bibit baru ditanam pada akhir Desember sehingga bisa dipanen antara Maret dan April.

Para pejabat mengatakan sebagian besar panen Oktober-November terjadi sebelum topan Haiyan menghantam daerah itu, dan banyak gudang beras rusak dihantam badai.

Perwakilan United Nations Food and Agriculture Organization Filipina Rodrigue Vinet mengatakan petani perlu menanam padi seluas 63,000 hektar.

"Tantangannya adalah, pertama-tama, untuk memastikan agar keluarga dapat membangun kembali rumahnya lalu pergi ke sawah dan membersihkan lahan mereka. Bagi seorang petani, penting untuk bisa kembali berocok tanam sesegera mungkin, karena hal ini akan mengamankan panen mereka,” ujarnya.

Vinet mengatakan karena setiap hektar tanah menghasilkan sekitar 2 ton beras, maka lahan yang ditanam kembali akan menghasilkan pangan cukup bagi 1.1 juta orang per tahun.

Delima mengatakan tanaman kelapa juga penting di kawasan ini. Ia mengatakan, karena Filipina adalah pengekspor produk kelapa utama, ini merupakan hasil pertanian yang secara ekonomis paling mudah dicapai untuk kawasan yang terkena topan.

Delima mengatakan 440,000 hektar tanah tanaman kelapa perlu diperbaiki. Ia mengatakan pohon-pohon yang tumbang akan menyediakan kayu untuk bangunan baru, namun tenaga manusia dan peralatan seperti gergaji mesin tidak mencukupi untuk melakukan pekerjaan itu. Dibutuhkan waktu empat tahun untuk menumbuhkan pohon kelapa sampai ada hasilnya.

Delima mengatakan Departemen Pertanian berupaya mencari jenis tanaman lain yang membutuhkan waktu lebih singkat untuk berkembang.
XS
SM
MD
LG