Tautan-tautan Akses

Filipina dan AS Pererat Hubungan Diplomatik dan Pertahanan

  • Simone Orendain

Asisten Menlu AS untuk wilayah Asia Pasifik, Kurt Campbell (kanan), Asisten Menhan AS bidang Keamanan Asia-Pasifik Mark Lippert (dua dari kanan), Dubes Filipina untuk AS Jose Cuisia, Pejabat Kemenlu Filipina Bidang Kebijakan Luar Negeri Erlinda Basilio (kiri) berjabat tangan saat jumpa pers di Manila (12/12).

Asisten Menlu AS untuk wilayah Asia Pasifik, Kurt Campbell (kanan), Asisten Menhan AS bidang Keamanan Asia-Pasifik Mark Lippert (dua dari kanan), Dubes Filipina untuk AS Jose Cuisia, Pejabat Kemenlu Filipina Bidang Kebijakan Luar Negeri Erlinda Basilio (kiri) berjabat tangan saat jumpa pers di Manila (12/12).

Para pejabat Filipina dan Amerika mengupayakan hubungan diplomatik dan pertahanan yang lebih erat antara kedua negara dalam pertemuan hari Rabu (12/12).

Departemen Luar Negeri Filipina mengatakan pertemuan hari Rabu (12/12) menghasilkan sebuah rencana kerja yang akan membuka kerjasama yang lebih kuat dan erat antara kedua negara. Para pejabat mengatakan mereka sedang mengupayakan hubungan, pertahanan, kelautan, ekonomi, dan keterlibatan diplomatik yang lebih erat serta mendorong penegakan hukum.

Kedua negara tersebut memiliki perjanjian pertahanan bersama selama lebih dari 50 tahun, di mana selalu ada kehadiran militer Amerika.

Beberapa pangkalan militer Amerika di Filipina didirikan antara tahun 1898-1992. Sejak kedua negara menandatangani perjanjian lawatan pasukan tahun 1999, terlihat lebih sering adanya kunjungan dan kehadiran militer Amerika di pelabuhan tersebut.

Wakil Menteri Pertahanan Filipina, Piolo Lorenzo Batino, mengatakan kunjungan tersebut mencakup penambahan pelatihan dan latihan untuk pasukan militer Filipina. Latihan itu akan diarahkan pada keamanan maritim, penanggulangan bencana dan kegiatan kemanusiaan.

“(Kegiatan ini) semakin dibutuhkan untuk memerinci konsep-konsep ini, guna meningkatkan kehadiran yang bergilir. Ini akan menjadi perkembangan yang sangat signifikan dalam hubungan kita,” papar Batino.

Filipina mengatakan, mereka menghendaki posisi yang lebih baik untuk mempertahankan klaim di Laut Cina Selatan. Vietnam, Taiwan, Malaysia, dan Brunei juga memperjuangkan klaimnya, sementara Tiongkok menyatakan hampir seluruh wilyah laut itu adalah milik Tiongkok.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Filipina awal pekan ini mengatakan, Filipina memandang Amerika sebagai pihak yang dapat membantu menempatkan Filipina dalam posisi yang lebih baik. Selagi Amerika mempertahankan posisi netralnya dalam sengketa teritorial, mereka menyerahkan konsultasi pertahanan kepada Filipina sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Pertahanan Bersama.

Asisten Departemen Luar Negeri Amerika Kurt Campbell yang menghadiri perundingan itu mengatakan hubungan kedua negara "mengalami kemajuan" dan memperkuat strategi, politik, ekonomi dan militer dalam beberapa tahun terakhir. Ia menekankan kedua negara perlu bekerja sama sebagai mitra yang setara.
XS
SM
MD
LG