Tautan-tautan Akses

Filipina-AS Rundingkan Kehadiran Militer AS di Filipina

  • Simone Orendain

Pengunjuk rasa membawa poster dalam sebuah demonstrasi menentang keberadaan pasukan militer AS di Filipina di Quezon city, metro Manila, 15/8/ 2013.

Pengunjuk rasa membawa poster dalam sebuah demonstrasi menentang keberadaan pasukan militer AS di Filipina di Quezon city, metro Manila, 15/8/ 2013.

Filipina dan Amerika sepakat untuk menempatkan sementara fasilitas militer AS di pangkalan militer Filipina. Kedua negara sedang dalam tahap akhir perundingan untuk meningkatkan jumlah kehadiran pasukan AS tiap tahun di Filipina.

Delegasi Filipina mengatakan, soal wewenang Filipina untuk memasuki fasilitas pasukan Amerika merupakan yang paling berat dalam pembicaraan yang sedang berlangsung.

Para perunding mengatakan redaksi persetujuan itu akan memberikan akses kepada Filipina di manapun pasukan Amerika berada.

Seorang anggota delegasi, Duta Besar Filipina untuk Malaysia, Eduardo Malaya, mengatakan, pasal itu jelas.

“Mereka tidak bisa menolak. Fasilitas itu terletak di pangkalan militer Filipina. Tidak ada pengecualian. Undang-undang Filipina berlaku disana,” kata Malaya.

Malaya mengatakan, pengecualian dapat diberikan kalau Amerika mengemukakan alasan keamanan dan keselamatan.

Sebagai bagian dari pergeseran kebijakan luar negeri Amerka ke arah Asia , Amerika menghendaki bisa mendaratkan pesawat, menyandarkan kapal dan menempatkan perlengkapan militer di Filipina siap untuk dipergunakan.

Filipina , dengan militer yang lemah dan tua, berusaha meningkatkan bidang pertahanannya dalam menghadapi sengketa wilayah yang semakin memanas dengan China.

Persetujuan yang digarap itu tidak akan melanggar konstitusi Filipina, yang tidak mengizinkan wilayahnya dijadikan pangkalan militer asing. Para pejabat Filipina enggan menyebut bahwa fasilitas Amerika itu nanti sama dengan pangkalan militer penuh.

Perunding utama Filipina, Asisten Menteri Pertahanan Pio Lorenzo Batino mengatakan,tujuannya bukanlah membangun “pangkalan di dalam pangkalan”.

“Fasilitas yang disediakan bagi pasukan Amerika tidak akan sepenuhnya bagi mereka. Jadi bisa digunakan bersama Amerika dan Filipina,” kata Batino.

Para perunding mengatakan, persetujuan tidak akan berlaku lebih dari 20 tahun.

Tidak diketahui apakah perundingan akan selesai pada waktu Presiden Amerika Barack Obama melakukan kunjungan ke Filipina yang diperkirakan akan dilakukan bulan April.

Babak berikutnya perundingan dilakukan akhir bulan ini.
XS
SM
MD
LG