Tautan-tautan Akses

FIFA Tak akan Periksa Tuduhan Korupsi Tiga Pejabatnya


Claudio Sulser, Ketua Komisi Etika FIFA, mengutip peraturan dari booklet kode etik dalam konferensi pers di markas FIFA di Zurich, Swiss.

Claudio Sulser, Ketua Komisi Etika FIFA, mengutip peraturan dari booklet kode etik dalam konferensi pers di markas FIFA di Zurich, Swiss.

FIFA tidak akan memeriksa tuduhan korupsi terhadap tiga pejabat seniornya karena sudah ditangani oleh pengadilan Swiss tahun 2008.

Badan sepakbola dunia FIFA mengumumkan tidak akan memeriksa tuduhan korupsi terhadap tiga pejabat seniornya. Tapi Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan akan memeriksa laporan bahwa pejabat sepakbola Afrika Issa Hayatou menerima uang dari bekas perusahaan marketing FIFA.

Sebuah program dokumenter Inggris, Panorama, hari Senin menuduh bahwa anggota komisi eksekutif FIFA Nicolas Leoz dari Paraguay, Issa Hayatou dari Kamerun, dan Ricardo Teixeria dari Brazil menerima uang tunai dari perusahaan marketing ISL yang dulunya pernah bekerjasama dengan FIFA antara tahun 1989 dan 1999.

Badan sepakbola dunia itu mengatakan kasus dan penyelidikan tersebut ditutup karena sudah ditangani oleh pengadilan Swiss tahun 2008 dan belum ada satu pejabat FIFA pun yang terlibat kejahatan.

Namun, IOC hari Selasa mengatakan akan memeriksa tuduhan korupsi terhadap Hayatou. Dalam pernyataannya, IOC tidak menolerir tindakan korupsi dan akan mengalihkan persoalan itu kepada Komisi Etika. IOC juga meminta program Panorama untuk memberikan bukti apapun kepada pihak berwenang.

XS
SM
MD
LG