Tautan-tautan Akses

FIFA Beri Kesempatan Platini Calonkan Diri sebagai Presiden


Presiden UEFA Michel Platini (kiri) dan Presiden FIFA Sepp Blatter berbicara dalam sebuah pertemuan Desember tahun lalu (foto: dok). Platini dan Blatter mendapat hukuman skors 90 hari dari FIFA.

Presiden UEFA Michel Platini (kiri) dan Presiden FIFA Sepp Blatter berbicara dalam sebuah pertemuan Desember tahun lalu (foto: dok). Platini dan Blatter mendapat hukuman skors 90 hari dari FIFA.

Mantan bintang sepakbola Perancis, Michel Platini mungkin dapat mencalonkan diri sebagai presiden FIFA mendatang, jika berhasil menang dalam upaya banding atas hukuman skors 90-hari dari FIFA.

Presiden asosiasi sepakbola Uni Eropa (UEFA) yang sedang menjalani hukuman skors dari badan sepakbola dunia (FIFA), Michel Platini mungkin dapat mencalonkan diri sebagai presiden FIFA mendatang, jika berhasil menang dalam upaya banding atas hukuman skors 90-hari nya, kata FIFA Selasa (20/10).

Platini dan Presiden FIFA yang akan berakhir masa jabatannya, Sepp Blatter mendapat hukuman skors 90 hari awal bulan ini, mengakibatkan FIFA terjerumus dalam kekacauan yang lebih dalam, sementara pihak berwajib di Amerika Serikat dan Swiss sedang melakukan penyelidikan skandal korupsi FIFA di mana sejauh ini 14 orang telah dikenai dakwaan.

Komite eksekutif FIFA menegaskan bahwa pemilihan Presiden FIFA untuk menggantikan Sepp Blatter akan berlangsung pada Kongres luar biasa di Zurich, Swiss, pada 26 Februari 2016, ketika para anggota FIFA juga akan memberikan suara bagi perlunya reformasi organisasi sepakbola ini.

Penundaan pemilihan Presiden FIFA akan memberi Platini lebih banyak waktu untuk mengajukan banding, sementara para calon harus mendaftar sebelum 26 Oktober dan menjalani tes integritas dalam 10 hari berikutnya.

Domenico Scala, ketua pengawas proses pemilihan Presiden FIFA, mengatakan kepada komite bahwa nama kandidat yang mengajukan diri tidak akan diproses, jika mereka sedang menjalani hukuman skors dari FIFA.

Namun, aturan pemilihan FIFA juga memberi peluang kepada Platini, yaitu "apabila hukuman (skors) tersebut dicabut atau berakhir sebelum pemilihan presiden FIFA, maka komite pemilihan FIFA akan memutuskan bagaimana status pencalonan yang tersangkut kasus tersebut".

Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Presiden FIFA akan menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan reputasi organisasi yang bertanggung jawab untuk menjalankan cabang olahraga paling populer di dunia saat ini.

Platini, yang telah menjadi Presiden UEFA sejak tahun 2007, semula dianggap sebagai calon paling favorit untuk menggantikan Blatter, sebelum FIFA mengumumkan hukuman skors baginya selama 90 hari.

Kandidat lainnya yang mencalonkan sejauh ini adalah Pangeran Yordania, Ali Bin Al Hussein dan mantan pemain nasional Trinidad dan Tobago, David Nakhid.

Sebelumnya hari Selasa (20/10), kepala sepak bola Asia, Sheikh Salman Bin Ebrahim Al Khalifa dari Bahrain, mengatakan ia telah mendapat dukungan berbagai pihak untuk mencalonkan diri, namun masih belum memutuskan untuk maju.

Sumber yang dekat dengan UEFA mengatakan mereka masih belum pasti apakah Eropa akan bisa menemukan calon alternatif untuk menggantikan Platini, sebelum batas waktu yang ditentukan oleh FIFA. [pp]

XS
SM
MD
LG