Tautan-tautan Akses

Festival ‘Made in Indonesia’ Digelar di Amerika

  • Ian Umar

Band NOAH tampil di hadapan pengunjung festival 'Made in Indonesia' di Washington, DC. (VOA/Christian Arya Winata)

Band NOAH tampil di hadapan pengunjung festival 'Made in Indonesia' di Washington, DC. (VOA/Christian Arya Winata)

Walaupun terancam cuaca buruk badai Joaquin yang melanda wilayah pantai timur Amerika, acara Made in Indonesia tetap terlaksana dengan aman.

Keanekaragaman budaya Indonesia merupakan daya tarik yang luar biasa, dan berbagai upaya dilakukan untuk semakin memperkenalkan produk buatan Indonesia, kesenian, dan kuliner secara global.

Di Amerika, upaya itu juga datang dari komunitas Indonesia sendiri dengan diselenggarakannya acara tahunan Made in Indonesia di Silver Spring, Maryland, Minggu (4/10).

Di tengah cuaca mendung dan suhu udara dingin hingga 14 derajat Celsius, masyarakat Indonesia di Washington DC dan sekitarnya tetap menunjukkan animo yang kuat untuk mengunjungi festival ini.

Target penyelenggaraan festival ini bukan hanya masyarakat Indonesia, tapi warga Amerika yang terlihat antusias datang ke acara ini.

Pasangan suami istri warga AS, Zachary dan Lauren Schauf, yang tinggal tidak jauh dari Silver Spring, mengatakan “kami warga di sekitar sini, jadi ketika melihat ada festival Made in Indonesia, kami senang sekali dan sekarang antre untuk membeli makanan khas Indonesia.”

Berbagai makanan khas Indonesia mulai dari sate, nasi campur, bakmi ayam, hingga hidangan penutup seperti cendol dan es campur tersedia bagi para pengunjung.

“Ini pertama kalinya kami mencoba cendol, rasanya unik dan segar,” tambah Lauren.

Peluang memperkenalkan produk Indonesia ini juga dimanfaatkan oleh Dian Wibowo, pemilik usaha Indo Boutique di kota Leesburg, Virginia, yang juga turut membuka kios.

“Kami menawarkan produk-produk busana dan aksesoris batik dari Yogyakarta dan Bali. Tanggapannya cukup baik untuk usaha kecil ini, banyak minat dari warga Amerika terutama permintaan untuk koleksi asesoris etnis dari Bali dan Yogyakarta,” ujar Dian kepada VOA.

Kerajinan tangan asli Indonesia yang dijual dalam acara Made in Indonesia di Washington, DC. (VOA/Christian Arya Winata)

Kerajinan tangan asli Indonesia yang dijual dalam acara Made in Indonesia di Washington, DC. (VOA/Christian Arya Winata)

Pertama kali diselenggarakan tahun 2011, acara Made in Indonesia langsung mendapat sambutan hangat dari komunitas Indonesia dan Amerika di wilayah Washington DC.

Tidak hanya dari segi penampilan berbagai kesenian Indonesia, stand-stand yang memamerkan produk buatan Indonesia juga mendapat perhatian besar dari pengunjung, tidak ketinggalan produk kuliner Indonesia juga sangat diminati berbagai kalangan.

Penyelenggara Made in Indonesia, Maya Naratama dari Acha Production, mengatakan, “Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar, ini merupakan kali keempat kami menyelenggarakan acara ini. Sempat khawatir karena ada ancaman cuaca buruk badai Joaquin yang sedang melanda pantai Timur Amerika. Alhamdulillah cuaca dingin tidak menjadi halangan.”

Animo masyarakat sangat besar sampai pengunjung Made in Indonesia mencapai hingga dua ribu orang, tambah Maya. Semua ini berkat dukungan dari berbagai pihak, terutama dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, ujarnya.

Rencana ke depan, Maya menginginkan acara ini lebih luas dan bisa mengundang peserta lebih banyak lagi dari seluruh Amerika dan Indonesia.

Bagi komunitas Indonesia yang tinggal di perantauan, festival budaya, kuliner dan kesenian Indonesia menjadi obat rindu akan kampung halaman, seperti Denisha Oktari, mahasiswi Indonesia di Universitas Georgetown, di Washington DC.

"Acaranya seru banget, banyak orang Indonesia juga, dan pengen ketemu dengan personel band NOAH. Saya juga beli sate, dan ini bikin kangen dengan keluarga di Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini, Made in Indonesia menghadirkan kelompok band NOAH yang tampil khusus di Washington DC untuk ikut memeriahkan acara tersebut.

Ariel, Lukman, David dan Uki dari kelompok itu sukses menghibur para pengunjung dalam konser pertama mereka di AS itu.

“Kesannya senang sekali bisa tampil di Amerika, penontonnya enggak ada yang jaim, antusias semua,” ujar Ariel usai konser.

“Tantangan utamanya sebenarnya adalah daftar lagu yang mau dibawakan karena ternyata setelah banyak bertanya, fans di Amerika justru lebih mengenal lagu-lagu lawas kami. Jadi makanya kemarin kita buka dengan lagu ‘Ada Apa Denganmu’ yang lebih akrab di telinga mereka,” tambahnya.

Walaupun terancam cuaca buruk badai Joaquin yang melanda wilayah pantai timur Amerika, acara Made in Indonesia tetap terlaksana dengan aman, dan pastinya para pengunjung terlihat semakin bersemangat dengan tampilnya grup band NOAH dari Indonesia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG