Tautan-tautan Akses

Federer: Aturan Pakaian Serba Putih di Wimbledon Terlalu Kaku


Roger Federer (kanan) dan Novak Djokovic dalam final Wimbledon 2014.

Roger Federer (kanan) dan Novak Djokovic dalam final Wimbledon 2014.

Mantan juara Wimbledon ini mengenang masa ketika para pemain seperti John McEnroe dan Boris Becker dapat memakai kaos garis-garis dan ikat kepala berwarna-warni.

Upaya-upaya para pemain tenis selama bertahun-tahun agar aturan pakaian "serba putih" di Wimbledon melonggar, kembali mendapatkan dukungan, Kamis (2/7), ketika Roger Federer mengatakan kebijakan itu "sangat ekstrem."

Sang mantan juara ini adalah anggota Klub Tenis Lapangan Rumput All England (AELTC) yang mengelola Wimbledon. Federer mengatakan ia tidak keberatan dengan pakaian berwarna putih.

Namun ia mengatakan rasanya AELTC berlebihan dengan melarang pakaian yang tidak putih cemerlang -- yang mungkin terjadi karena dicuci berulang kali -- dan ia mengenang masa ketika para pemain seperti John McEnroe dan Boris Becker dapat memakai kaos garis-garis dan ikat kepala berwarna-warni yang tidak lagi diperbolehkan.

"Serba putih boleh saja, kita mengerti. Hanya menurut saya sangat ekstrem jika sampai diatur harus seputih apa. Rasanya seperti kembali ke tahun 1950an. Jika dilihat foto-foto saat itu, semuanya berwarna putih," ujar Federer dalam konferensi pers sesudah kemenangannya atas Sam Querrey.

"Masalahnya, ketika saya sedang tur, lalu menonton TV, masih terbayang saat (Stefan) Edberg dan Becker dan para pemain itu, semuanya berpakaian warna-warni. Menurut saya, itu kaos-kaos yang ikonik, momen-momen yang ikonik," kata Federer, yang diperintahkan oleh para pejabat Wimbledon untuk tidak memakai sepatu Nike bersol warna oranye di lapangan tahun 2013, ketika ia menjadi juara bertahan.

Ia mengatakan saat ia bermain, pakaiannya "90 persen" putih namun masih ada nuansa biru muda atau hitam.

Resistensi terhadap aturan serba putih musim ini termasuk pemain perempuan yang memakai beha hitam yang ditutupi dengan memakai beha putih di atasnya.

Petenis Amerika Bethanie Mattek-Sands, ada di peringkat 158 dunia dengan foto profil di WTA menunjukkan rambutnya yang dicat biru toska dan hijau terang, menyuarakan protes setelah ia mengalahkan petenis ketujuh dunia Ana Ivanovic Rabu.

Ia mengatakan aturan serba putih itu "sudah agak berlebihan" dan ia kecewa karena tidak dapat memakai rok tenis dengan celana yang berwarna.

"Lucu karena saat saya meng-Google beberapa pemain seperti John McEnroe, Arthur Ashe, baju mereka berwarna-warni. Ada warna di lengan baju, motif garis besar, dan mereka masuk lapangan memakai jaket berwarna. Jadi rasanya sekarang lebih ketat," ujar Mattek-Sands.

Jika diberi pilihan, ia mengatakan hampir tidak akan pernah berpakaian putih, dan ia bahkan tidak memakai gaun putih dalam upacara pernikahannya.

XS
SM
MD
LG