Tautan-tautan Akses

FBI Mungkin Bisa Bongkar Piranti Lunak iPhone Tanpa Bantuan Apple


Seorang pria memegang iPhone-nya dalam sebuah demonstrasi mendukung privasi data di luar toko Apple di San Francisco (23/2). (AP/Eric Risberg)

Seorang pria memegang iPhone-nya dalam sebuah demonstrasi mendukung privasi data di luar toko Apple di San Francisco (23/2). (AP/Eric Risberg)

Selama lebih dari satu bulan, pemerintah dan Apple terlibat debat terbuka mengenai sampai sejauh mana perusahaan harus membantu penyelidikan kejahatan.

Pemerintah Amerika Serikat mengatakan mungkin sudah menemukan cara untuk membongkar piranti lunak iPhone salah seorang pelaku serangan teror bulan Desember lalu di San Bernardino, California, tanpa bantuan Apple.

Departemen Kehakiman mengatakan “pihak lain” dalam akhir pekan telah menunjukkan kepada FBI cara yang mungkin bisa membongkar piranti lunak telepon itu.

Pengacara Departemen Kehakiman Senin malam (21/3) meminta sidang hari Selasa di pengadilan di California ditunda untuk memberi waktu guna menguji cara itu.

Selama lebih dari satu bulan, pemerintah dan Apple terlibat debat terbuka mengenai sampai sejauh mana perusahaan harus membantu penyelidikan kejahatan.

Jaksa-jaksa berpendapat bahwa iPhone yang digunakan oleh Syed Rizwan Farook mungkin memuat bukti-bukti serangan dimana ia dan istrinya Tashfeen Malik membantai 14 orang pada acara makan siang. Keduanya tewas dalam tembak menembak dengan polisi beberapa jam kemudian.

Langkah Departemen Kehakiman itu tampaknya memperkuat pendapat Apple bahwa pemerintah Amerika belum menggunakan segala cara untuk memperoleh informasi dari telepon itu.

Apple juga berpendapat permintaan pemerintah untuk membantu membongkar piranti lunak itu melanggar hak-hak konstitusi perusahaan, merugikan merek Apple dan mengancam kepercayaan pelanggannya untuk melindungi privasi mereka. [my/isa]

XS
SM
MD
LG